hut

Angin Barat, Nelayan di Lamsel Ronda Jaga Perahu

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Sejumlah nelayan di wilayah Kalianda, Lampung Selatan (Lamsel), melakukan ronda saat musim angin barat, yang berpotensi mengakibatkan air laut masuk ke lambung perahu. Rohman dan Husin, salah satu pemilik kapal bagan mini di perairan Way Panas, Kalianda, berjaga untuk menghindari bagan mini miliknya, karam.

Menurut Rohman, ronda dilakukan untuk menjaga jarak antarperahu. Jarak antarperahu yang berdekatan saat angin barat, berpotensi mengakibatkan kapal bagan mini berbenturan.

Ia dan sejumlah nelayan lain, memilih melepas lampu lampu perahu untuk ngobor teri dan cumi, agar lampu bohlam tidak pecah. Gelombang diakibatkan oleh angin barat yang kencang tersebut sudah berlangsung sepekan.

Lokasi tambat kapal nelayan jenis bagan mini, kasko, ketinting disebutnya lebih aman, karena dilengkapi pemecah gelombang. Saat angin barat, sebagian nelayan seperti Rohman memilih memindahkan kapal bagan mini ke lokasi yang terlindung.

Rohman (kanan) dan Husni (kiri), nelayan di Kalianda, Lampung Selatan, yang menjaga kapal tangkap jenis bagan congkel selama angin barat, Senin (11/11/2019). -Foto: Henk Widi

Sebab, sebagian bagan mini milik nelayan merupakan kapal yang selesai direhab usai tsunami melanda wilayah dermaga Bom Kalianda, pada 22 Desember 2018.

“Saat kondisi cuaca buruk, kami melakukan penjagaan di dekat kapal menjelang sore hingga malam, karena khawatir kapal bagan mini rusak atau karam, setiap air masuk ke dalam bagan mini proses pengurasan harus cepat dilakukan,” ungkap Rohman, saat ditemui Cendana News di lokasi tambatan perahu, dermaga Bom Kalianda, Senin (11/11/2019).

Kekhawatiran sejumlah nelayan, menurut Rohman bukan tanpa alasan. Sebab, bagan mini yang dimilikinya pernah karam di lokasi tambat perahu saat terjangan gelombang tsunami.

Perbaikan dilakukan dengan mengangkat bagan mini ke lokasi pengedokan atau perbaikan kapal nelayan di dermaga bom Kalianda. Perbaikan tanggul penangkis gelombang menjaga sejumlah kapal tangkap nelayan aman saat angin kencang.

Nelayan lain, Usman, menyebut kolam sandar kapal di dermaga Bom Kalianda cukup membantu nelayan. Ia memilih menginap di salah satu perahu nelayan lain, menjaga perahu tetap aman saat angin barat.

“Kami saling bergantian menunggu kapal yang ditambatkan, agar tali tidak putus dari lokasi tambatan perahu,” ujar Usman.

Sembari melakukan ronda pada sejumlah perahu, Usman melakukan perbaikan pada bagian haluan dan dinding kapal. Perbaikan haluan dan dinding kapal menggunakan kayu jati dilakukan untuk memperkuat konstruksi akibat benturan dengan dermaga.

Sejumlah nelayan lain yang kerap melaut untuk mencari ikan teri dan ikan lain di perairan Kalianda, sementara memilih istirahat.

Sejumlah nelayan di perairan Kalianda yang tidak melaut selama sepekan terakhir, memanfaatkan waktu dengan perbaikan alat tangkap.

Perbaikan alat tangkap jaring yang dilakukan di atas perahu menjadi pengisi waktu luang. Selain perbaikan peralatan tangkap sebagian nelayan menggunakan waktu untuk memancing di sekitar perahu.

Kegiatan ronda menjaga perahu di area tambat perahu dermaga Bom Kalianda, menurut Usman cukup ramai setiap hari. Sebab, sebagian nelayan yang sandar di dermaga bom merupakan nelayan yang berasal dari wilayah Pandeglang, Pesawaran dan sejumlah pantai lain.

Sebagian nelayan memilih menyandarkan perahu di Kalianda selama kondisi cuaca buruk dan akan kembali saat kondisi cuaca mulai membaik.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com