hut

Atasi Kekeringan, Warga Dusun Kikis Bangun Penampungan Air Swadaya

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Sebagai upaya mengatasi persoalan kekeringan, warga Dusun Kikis, Sambirejo, Prambanan, Sleman berupaya membangun bak penampungan air bersih secara swadaya. Bak penampungan itu dibuat sebagai penghubung sumur bor dengan bak penampungan utama yang berjarak sekitar 600 meter.

Didukung anggaran dana Pemerintah Desa Sambirejo maupun dana BPBD Sleman, warga bergotong-royong merampungkan pembuatan bak penampungan itu untuk mencukupi kebutuhan air bersih bagi sekitar 700 warga.

Akibat kekeringan di musim kemarau ini, sekitar 200 KK lebih di dusun Kikis sendiri hanya bisa mengandalkan bantuan droping air bersih dari pihak terkait.

“Kita bangun bak penampungan ini karena selama ini, sumur bor yang ada tidak mampu mengalirkan air ke bak penampungan utama yang ada di atas bukit. Dengan bak penampungan pertama ini, air dari sumur bor bisa dialirkan ke bak penampungan utama dengan dua buah pompa,” ujar kepala dusun Kikis, Bagiyo, Rabu (6/11/2019).

Bagiyo mengatakan bak penampungan dengan daya tampung 12 kubik atau 12 ribu liter air itu saat ini sudah selesai dibangun. Termasuk penyambungan saluran pipa dari sumur bor ke bak penampungan pertama. Sementara dalam waktu dekat, warga sendiri akan segera melakukan pemasangan pompa.

“Untuk pompanya sudah ada. Karena kemarin kita mendapatkan bantuan dana dari Pemerintah Desa maupun BPBD Sleman melalui Ibu Wakil Bupati. Yang masih belum adalah jaringan aliran listrik untuk pompa dari penampungan pertama ke penampungan utama,” ungkapnya.

Dusun Kikis sendiri merupakan salah satu wilayah terdampak kekeringan yang cukup parah di kecamatan Prambanan khususnya desa Sambirejo.

Selama ini sebanyak 700 warga atau sekitar 248 KK yang tersebar di 7 wilayah RT harus mengandalkan bantuan droping untuk mencukupi kebutuhan air bersih sehari-hari. Dalam seminggu setidaknya 12 tangki air bersih harus digelontorkan ke dusun ini.

“Dengan adanya bak penampungan ini diharapkan nantinya warga tidak perlu lagi mengandalkan bantuan droping air bersih. Karena sebenarnya sumber air sumur bor di sini masih cukup untuk memenuhi kebutuhan warga. Hanya saja selama ini kan tidak bisa dialirkan ke rumah-rumah warga karena hanya menggunakan 1 pompa,” ungkapnya.

Lihat juga...