hut

Bantuan YAMP-DAKAB Beri Manfaat Kemakmuran Masjid

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Ketua Yayasan Dana Abadi Karya Bakti (DAKAB), Dr. Rusmono, mengatakan program bantuan dana pinjaman tanpa agunan kepada paguyuban pengurus Masjid Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila (YAMP), mendapat respons positif dari penerimanya.

Menurutnya, program tersebut masih tahap uji coba, tetapi mendapat respons positif. Bahkan, yang sudah mendapat bantuan ingin ditambah dan yang belum mendapatkan berharap bisa diberi bantuan dana untuk pengembangan masjid dan umat.

“Tak ada komentar lain, selain alhamdulillah program bantuan dari YAMP dan DAKAB memberi manfaat bagi kemakmuran masjid dan umat,” ungkap Dr. Rusmono, usai presentasi mendengarkan keluhan dan kemajuan dari masing-masing paguyuban Masjid YAMP dari berbagai daerah di Indonesia, dalam acara Anugerah Penghargaan Masjid Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila Terbaik 2019, di Gedung Granadi, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Ketua Yayasan Dana Abadi Karya Bakti (DAKAB), Dr. Rusmono, usai acara Anugerah Penghargaan Masjid Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila Terbaik 2019, di Gedung Granadi, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Kamis (28/11/2019). –Foto: M Amin

Hari ini, Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila (YAMP) memberikan Anugerah Fastabiqul Khairat kepada delapan yayasan/dewan kemakmuran masjid dan pengelola masjid. Anugerah disampaikan oleh putri sulung Presiden ke-2 RI, HM Soeharto, Hj. Siti Hardijanti Rukmana.

Dikatakan, bahwa program penyaluran bantuan kepada Masjid YAMP merupakan hasil kerja sama antara YAMP dengan Yayasan DAKAB yang baru berjalan setahun.

“Program ini sebenarnya masih uji coba, dan tahun ini baru berjalan di 110 Paguyuban Masjid YAMP, dan baru direalisasikan di 75 paguyuban dari target yang ada. Besar bantuan untuk satu paguyuban mencapai Rp50 juta,” ujarnya.

Mekanisme penyaluran dana pinjaman tanpa agunan tersebut, dengan sistem bagi hasil dua persen. Dan, dari persentase itu masing-masing pengurus masjid yang sudah mendapatkan bantuan, cukup positif dan memberi manfaat dalam pengembangan masjid dan lingkungannya.

“Banyak dari mereka ingin ditambah, dan yang belum mendapatkan bantuan ingin juga. Tadi kan dengar sendiri,” tukas Rusmono.

Rusmono juga mengatakan, bahwa Yayasan DAKAB akan memberi laporan keseluruhan kepada pembina YAMP, terkait respons atas bantuan tersebut. Sehingga program itu bisa berlanjut dan semua pengurus Masjid YAMP di Indonesia bisa mendapatkan penyaluran dana.

Rusmono menjelaskan, mekanisme untuk mendapatkan dana tersebut, koordinatornya berada di bawah YAMP pusat. Pengurus Masjid YAMP di daerah bisa mengajukan permohonan bantuan dana ke DAKAB melalui YAMP. Kemudian, pengurus Masjid YAMP daerah akan diarahkan untuk membuat semacam akta notaris paguyuban sebelum diajukan ke YAMP Pusat.

“DAKAB akan menyalurkan bantuan jika sudah selesai verifikasi persyaratan di YAMP. Nanti YAMP memberitahukan ke DAKAB, bahwa persyaratan sudah lengkap. Kemudian DAKAB akan membuatkan konsep kerja sama dengan pengurus paguyuban,” jelas Rusmono.

Program tersebut akan diberikan setahun sekali, dan konsepnya ke depan bisa diperpanjang atau berhenti. Program tersebut bentuk kerja sama antaryayasan yang dibentuk oleh mediang HM Soeharto.

“Program ini murni kerja sosial, karena DAKAB juga sudah banyak menyalurkan bantuan ke Ponpes. Dan, harus dipahami, bahwa segala program yang dilaksanakan, tak lain untuk melestarikan amanat Presiden ke-2 RI, HM Soeharto,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Dr. Rusmono sempat memberikan kenang-kenangan kepada salah seorang pengurus masjid, berupa cincin yang dikenakannya, bergambar Presiden ke-2 RI, HM Soeharto.

Lihat juga...