hut

Basmi Tikus, Petani di Purbalingga Terapkan TBS

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURBALINGGA – Memasuki masa tanam, Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Purbalingga mengawali dengan mengajak para petani untuk membasmi tikus dengan metode Trap Barrier System (TBS). Cara ini dianggap efektif membasmi tikus dan tanpa menggunakan bahan kimia.

Kepala Dinpertan Kabupaten Purbalingga, Mukodam SPt, mengatakan, TBS ini dilakukan dengan cara menanam padi di area sekitar 20 X 20 meter sebagai tanaman umpan yang ditanam lebih awal dari tanaman lainnya.

Kepala Dinpertan Kabupaten Purbalingga, Mukodam SPt, menjelaskan metode Trap Barrier System (TBS), Senin (11/11/2019) – Foto: Hermiana E. Effendi

Sehingga pada saatnya tanaman lainnya ditanam serempak oleh petani, tanaman umpan ini sudah berusia 27 hari. Secara naluri tikus akan mencari tanaman yang sudah dapat dimakan, yakni di petak lahan umpan.

“Setiap hari tikus yang masuk perangkap harus dimusnahkan, dan hari berikutnya akan datang tikus lainnya karena secara alamiah tikus akan mencari makan dengan mengikuti jejak pendahulunya yang ditinggalkan, baik melalui jejak kaki, bekas urin, maupun rontokan bulu. Dan pada saat sudah masuk ke petak umpan akan memanggil temen-temannya,” jelas Mukodam, Senin (11/11/2019).

Perangkap tikus model TBS ini dinilai lebih efektif, karena sangat hemat, tidak membutuhkan banyak tenaga dan tanpa bahan kimia. Petani hanya dituntut untuk rajin, karena setiap hari harus dilakukan pengamatan dan mengambil tikus yang ada di perangkap untuk dimusnahkan.

Menurut Mukodam, jika lahan seluas 20 X 20 meter mampu menyelamatkan lahan persawahan seluas 5 hektare lebih, tentu dinilai sangat baik dan efisien. Dibandingkan cara membasmi tikus dengan racun dan lainnya.

Serangan hama tikus di Kabupaten Purbalingga sudah sangat mengkhawatirkan selama musim kemarau ini. Bahkan petani di Desa Grantung, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga sampai satu tahun tak bisa menikmati hasil panen gara-gara tikus yang mengganas.

Karena perkembangbiakan tikus di sawah-sawah sangat cepat dan jumlahnya sangat banyak, hampir tidak ada area sawah yang luput dari serangan tikus.

Tikus-tikus tersebut membuat sarang dalam tanah yang mengering. Dengan cepat tikus akan merusak dan memakan tanaman padi yang tumbuh. Mulai dari memakan batang padi yang masih muda, hingga merobohkan batang padi yang sudah kuat dan memakan habis buliran gabah.

Sementara dari data Dinpertan Purbalingga, sampai dengan akhir bulan September kemarin, serangan hama tikus mencapai 655 hektare. Dan serangan tikus ini tidak dalam satu lokasi, tapi pada banyak spot-spot area sawah.

“Untuk TBS ini, sebagai uji coba pertama kita lakukan di Desa Sokawera, Kecamatan Padamara. Jika berhasil, maka selanjutnya akan diterapkan di area sawah desa lainnya,” pungkasnya.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com