hut

BAZNAS-ASKRINDO Kembangkan Program Ekonomi dan Sosial

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersinergi dengan PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) mengembangkan berbagai program ekonomi dan sosial, untuk mewujudkan pemberdayaan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat prasejahtera.

Ketua BAZNAS, Bambang Sudibyo, mengatakan, ASKRINDO telah mempercayai program pengentasan kemiskinan kepada BAZNAS dalam upaya meningkatkan taraf hidup mereka menjadi lebih baik.

BAZNAS memiliki sebelas lembaga program, yang nantinya akan disesuaikan untuk mengelola dana bina sosial dan lingkungan dari Corporate Social Responsibility (CSR) ASKRINDO.

“Dana itu untuk mengembangkan lima aspek kehidupan yang meliputi ekonomi, pendidikan, dakwah, kesehatan, dan kemanusiaan,” kata Bambang, saat penandatangan MoU dengan PT Askrindi, di kantor BAZNAS, Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Menurutnya, kerja sama ini didasari oleh keinginan yang sama untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat prasejahtera. Sehingga diharapkan kehidupan mereka ke depannya lebih baik.

“Ini program pemberdayaan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat prasejahtera,” ujarnya.

Program kemitraan bina lingkungan dari CSR ASKRINDO ini, jelas dia, tahap pertama menyediakan sarana ibadah di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dan renovasi ruang kelas di Makassar dengan dana sebesar Rp223 juta.

Selain itu, penyediaan ambulans untuk di Makassar yang dioperasikan oleh RS BAZNAS. Ada pun dana pembelian ambulans ini sebesar Rp231 juta. Sedangkan penyediaan perahu nelayan senilai Rp501 juta.

Dia menjelaskan, program yang disinergikan bukan hanya pada bencana alam saja. Tapi juga pembangunan huni sementara (huntara) hingga rumah tetap, rumah ibadah, dan sekolah.

Dalam pembangunan itu, BAZNAS menerima banyak bantuan dari perusahaan, sehingga memungkinkan untuk memberikan bantuan dalam scope yang jelas.

“Terkait misi lingkungan dari ASKRINDO, itu selaras juga dengan BAZNAS. Karena bantuan lingkungan ini juga terkait dengan fasilitas yang ada di komunitas,” imbuhnya.

Bambang berharap, kerja sama dengan ASKRINDO yang dikembangkan dalam program ekonomi dan sosial ini dapat menginspirasi Badan Usaha Milik Negara (BMUN) lainnya. Sehingga, program-program yang  dilaksanakan menjadi lebih efektif dan efisien.

Direktur Kepatuhan dan SDM ASKRINDO, Firman Berahima, menambahkan, kerja sama ini merupakan langkah awal bagi perusahaan untuk memperluas kebermanfaatan dana sosial dan bina lingkungan.

“SKRINDO melalui BAZNAS akan menyalurkan dana Bina Lingkungan di wilayah Sulawesi untuk lima unit perahu nelayan di Palu, Sulawesi Tengah yang merupakan Program ASKRINDO Peduli Sosial Kemasyarakatan,” ujar Firman.

Selanjutnya adalah pembangunan Masjid di Sigi, Sulawesi Tengah, yang termasuk dalam Program ASKRINDO Peduli Keagamaan. Juga pengadaan Mobil Jenazah di Makassar, Sulawesi Selatan, yang masuk dalam Program ASKRINDO Peduli Fasilitas Umum.

“Kami menyalurkan dana Bina Lingkungan sekitar Rp2,23 miliar,” ujar Firman.

Saat ini, jelasnya, dimulai dengan penyaluran dana di wilayah Sulawesi dan untuk selanjutnya akan mengikuti program-program dari BAZNAS secara nasional.

“Laba ASKRINDO tahun lalu sebesar Rp550 miliar. Untuk tahun ini per September 2019 tercatat Rp900 miliar. Jadi harapannya, akan meningkat jumlah CSR-nya,” tutupnya.

Lihat juga...