hut

Berkat Program KOTAKU, Gianyar Keluar dari Daerah Kumuh

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

GIANYAR – Berkat program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), Kabupaten Gianyar kini tergolong keluar sebagai daerah kumuh.

Program yang digarap sejak 2014 berdasarkan penilaian pusat memiliki penilaian secara numerik atau angka bahwa Gianyar memiliki skor di bawah 19, artinya tergolong tidak kumuh lagi.

Konsultan Oversight Service Provider (OSP) Provinsi Bali, Resmi Sri Nulus, menjelaskan, penilaian tergolong tidak kumuh lagi berdasarkan adanya peningkatan keteraturan bangunan, sarana air minum, sanitasi, drainase, jalan, bahaya kebakaran, persampahan dan ruang terbuka hijau.

“Kendati demikian, secara visual masih menyisakan spot kumuh seperti masalah sampah, drainase dan sanitasi yang perlu penanganan lebih lanjut dari pemerintah daerah,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (13/11/2019).

Sebelumnya, sesuai SK Bupati Gianyar tahun 2014, Gianyar mempunyai daerah kumuh yang tersebar di 8 desa di tiga kecamatan yakni Sukawati, Ubud dan Blahbatuh. Sejak tahun 2015 mulai digarap Pemkab Gianyar melalui dinas terkait melibatkan masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar, I Wayan Kujus Pawitra, mengatakan, Pemkab Gianyar memiliki peran, tugas dan tanggung jawab untuk menyukseskan program KOTAKU agar capaian target RPJMN 2015-2019 tercapai secara sukses di Kabupaten Gianyar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Gianyar, I Wayan Kujus Pawitra, saat ditemui, Rabu (13/11/2019) – Foto: Sultan Anshori.

“Salah satu tujuan dari program ini adalah menghilangkan kawasan kumuh di tahun 2019,” ujarnya.

Selain itu, kata Kujus Pawitra, Program KOTAKU adalah upaya mewujudkan lingkungan pemukiman yang layak huni dan berkelanjutan, melalui prakarsa 100-0-100, yaitu dengan mencapai 100% akses air minum, mengurangi kawasan kumuh hingga 0% dan 100% akses sanitasi untuk masyarakat Indonesia pada akhir 2019.

“Dengan adanya program ini, diharapkan tidak ada lagi kawasan kumuh,” tandasnya.

Lihat juga...