hut

BPBD DKI Sudah Siapkan Peta Evakuasi

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Subejo, menyatakan telah menyiapkan peta evakuasi untuk warga di 86 RW rawan banjir yang tersebar di 25 kelurahan. Peta itu nantinya akan dibagikan kepada warga dan perangkat wilayah, seperti kelurahan dan kecamatan. 

“Sebanyak 25 kelurahan sudah kami siapkan peta rawan banjirnya, termasuk rute yang akan mereka lalui menuju shelter atau pengungsian, termasuk prediksi ketinggian banjir,” ucap Subejo, kepada wartawan di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (14/11/2019) malam.

Menurutnya, peta itu memuat sebuah informasi soal tempat pengungsian, seperti bangunan sekolah, kantor kelurahan, hingga rumah ibadah. BPBD Jakarta juga berkoordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lain untuk menyiapkan kebutuhan saat banjir.

“Kami siapkan buffer stock, tenda, kebutuhan-kebutuhan pengungsi, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan menyiapkan perahu karet, Dinas Sumber Daya Air menyiapkan pompa bergerak ke lokasi genangan agar air cepat surut,” tuturnya.

Subejo mengatakan, optimisme tersebut diutarakan mengingat persiapan yang telah dikerjakan bersama Dinas Sumber Daya Air (SDA) dirasa sudah maksimal.

“Dengan upaya SDA, mudah-mudahan banjir enggak besar dan masih bisa diatasi. Tapi, kami siap untuk kondisi yang paling buruk,” ungkapnya.

Dia menuturkan, selama musim penghujan, pihaknya telah melakukan sosialisasi dan simulasi kepada masyarakat menghadapi banjir. Langkah ini digiatkan sebagai peringatan dini, yang akan mempermudah proses evakuasi jika diperlukan.

Informasi ketinggian air secara aktif disampaikan kepada masyarakat yang berada di 25 titik daerah rawan banjir melalui SMS.

“Misalnya, Katulampa siaga 3 atau ketinggian naik diperkirakan 9 jam sampai ke Manggarai, sudah kami peringatkan lewat SMS,” kata dia.

Dia juga meminta seluruh Wali Kota rutin melakukan apel siap siaga sebagai bentuk kewaspadaan menghadapi banjir. Selain itu, menurutnya, apel siap siaga juga memudahkan masyarakat menuju tempat pengungsian.

“Jadi tahu rawan setinggi mana daerahnya dan mesti ke mana, sudah ada di peta,” tandasnya.

Pemprov, katanya, berusaha semaksimal mungkin kalau banjir dampaknya tidak besar.

Menurut Subejo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan mengeluarkan Instruksi Gubernur untuk antisipasi banjir di Ibu Kota. Ingub tersebut akan mengatur peran satuan perangkat kerja (SKPD), termasuk penyiapan kebutuhan dasar untuk mengungsi, misalnya stok bahan makanan (buffer stock), tenda, dan lainnya.

Pemprov DKI, lanjutnya, berupaya agar banjir tidak menimbulkan dampak negatif yang terlalu besar terhadap kehidupan warga. “Banjir mungkin datang, tapi kami berharap tak mendatangkan penderitaan,” jelasnya

Lihat juga...