hut

BPBD Sikka Salurkan Air Bersih Bagi Warga Palue

Editor: Mahadeva

MAUMERE – Kemarau berkepanjangan, membuat warga di Pulau Palue, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, mengalami kekeringan dan mendapatkan kesulitan air bersih.

Untuk mengatasi kelangkaan air minum bersih, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sejak 30 Oktober 2019 lalu mulai menyuplai air bersih ke Palue, yang merupakan salah satu pulau di wilayah kabupaten Sikka paling barat tersebut.

“Air ini hanya untuk air minum dan keperluan memasak saja. Sementara untuk mandi dan mencuci warga bisa menggunakan air sumur yang rasanya sedikit asin di beberapa wilayah di pulau ini,” sebut Bakri Kari, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sikka, Sabtu (9/11/2019).

Bakri Kari kepala bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD kabupaten Sikka,NTT,Sabtu (9/11/2019).Foto : Ebed de Rosary

Bakri menyebut,untuk menyuplai air bersih ke Pulau Palue, BPBD Sikka menggunakan kapal motor kayu. Kapal disewa dengan membawa bak air berbahan fiber atau profil tank. Ada 20 profil tank yang dipergunakan, masing-masing 10 profil tank ukuran 1.100 liter dan 2.200 liter. Air bersih diambil dari sumur bor milik warga di Desa Maurole, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende. “Kami ambil air di Maurole wilayah Kabupaten Emde, karena untuk dibawa ke pulau menggunakan kapal kayu butuh waktu hanya sekitar satu jam saja,” sebutnya.

Sementara, bila air bersih disuplai dengan kapal yang berangkat dari Kota Maumere. Butuh waktu mimimal 4 jam baru tiba di pulau Palue. Warga juga telah diinformasikan, sehingga mereka telah menunggu di pesisir pantai di dusun mereka. “Saat kapal merapat ke pantai mereka segera berkumpul. Kami juga meletakan profil tank di beberapa wilayah di pesisir pantai yang tidak ada profil tank atau wadah penampung air agar warga bisa datang mengambilnya setelah kami mengisinya,” tuturnya.

Dalam sehari, kapal maksimal tiga kali pulang pergi untuk bisa menyuplai air bersih. Aktivitas dimulai sejak pagi pukul 7.00 hingga sore sekitar pukul 6.00. Minimal sehari dua kali kapal melayani pendistribusian air bersih.

Simon Ware, Ketua RT09 RW 02 Kampung Ona Dusun Langaliwu Desa Lidi menyebut, di wilayahnya ada 14 Kepala Keluarga (KK) yang setiap hari hanya mengandalkan sebuah sumur air asin di pesisir pantai. Saat air surut, air sumur mengering sehingga warga hanya bisa mengambil air untuk mandi dan mencuci saat air laut sedang pasang. “Air sumurnya sedikit asin sehingga untuk memasak kami biasanya menggunakan air hujan yang ditampung di bak atau membeli di Ropa atau Maurole di kabupaten Ende,” sebutnya.

Lihat juga...