hut

BPJT Targetkan Tol Balsam Beroperasi Akhir Tahun

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BALIKPAPAN – Target Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mengoperasikan jalan tol Balikpapan – Samarinda (Balsam) pada bulan Oktober tahun ini kandas. Sebagai gantinya, BPJT menjanjikan tol pertama di Kalimantan Timur itu bisa dilalui masyarakat pada Natal dan Tahun Baru 2020.

“Pemerintah merencanakan agar jalan tol Balikpapan-Samarinda beroperasi penuh dan dilintasi pada momen akhir tahun Natal dan tahun baru (nataru),” kata Kepala BPJT, Danang Parikesit, Kamis (14/11/2019).

Saat ini, jalan tol yang menjadi tanggung jawab Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) sepanjang 66 km di seksi II, III, dan IV sudah tuntas 100 persen. Operasional jalan berbayar itu masih terkendala pembangunan di seksi I dan seksi V yang menjadi porsi pemerintah.

“Tapi kedua seksi itu sudah melalui progres akhir menunggu audit teknis. Karena ada sejumlah pelimpahan ke badan usaha memang harus menunggu audit teknis dan perubahan lingkup investasi,” imbuh Danang.

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, mengakui adanya kendala di bagian pemerintah.

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, saat dijumpai Cendana News, Kamis (14/11/2019) – Foto: Ferry Cahyanti

“Khusus di seksi V sebelumnya kami tidak memperkirakan adanya gangguan lahan seperti adanya longsor.  Jadi ada perlengkapan teknologi (untuk membangun) harus bergeser,” kata dia. Rizal memperkirakan, paling lambat akhir tahun sudah selesai.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPRPERA) Kaltim, Taufik Fauzi, mengungkapkan, masih terdapat 2,2 kilometer badan jalan yang belum tersambung yang pada mulanya dikerjakan oleh dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim. Progres konstruksi selanjutnya akan dikerjakan oleh PT Jasa Marga Balikpapan Samarinda.

Sampai saat ini pemerintah belum menetapkan besaran tarif tol. Sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT), maka besaran tarif yang dikenakan Rp 1.000 per kilometer.

Menurut BPJT, tarif awal tersebut tergolong terjangkau untuk masyarakat Kalimantan yang berdaya beli tinggi.

Namun, dengan adanya pengambilalihan porsi pemerintah oleh JBS, tarif yang disepakati pada saat awal penandatanganan PPJT berkemungkinan berubah. Dikarenakan harus menyesuaikan besaran investasinya. Baik BPJT maupun BUJT mengharapkan tarif tol nantinya tidak akan terlalu naik dari PPJT yang telah diteken sebelumnya.

Jalan tol Balsam dibangun dalam 5 seksi, yaitu Seksi I ruas Balikpapan – Samboja (22,03 Km), Seksi II ruas Samboja – Muara Jawa (30,98 Km), Seksi III Muara Jawa – Palaran (17,50 Km), Seksi IV Palaran – Samarinda (17,95 Km), dan Seksi V ruas Balikpapan – Sepinggan (11,09 Km).

Dari lima seksi, Kementerian PUPR dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memberikan dukungan pembangunan konstruksi di Seksi I dan Seksi V yang bertujuan meningkatkan kelayakan finansial ruas tol tersebut.

Pembangunan Seksi 1 menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kaltim sebesar Rp 1,5 triliun dan APBN sebesar Rp 271 miliar, dimana Rp 79,88 miliar diantaranya dialokasikan untuk pembangunan Jembatan Manggar sepanjang 613 meter.

Sedangkan untuk Seksi V didanai oleh APBN yang berasal dari pinjaman Pemerintah China sebesar Rp848,55 miliar atau sekitar 8,5% dari total investasi. Untuk Seksi II-III dan IV, pembangunannya menggunakan dana Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Lihat juga...