hut

Budi Daya Rumput Laut Spinosum di Lampung Selatan Terdampak Angin Kencang

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Angin kencang di perairan timur Lampung Selatan berdampak pada aktivitas budi daya rumput laut spinosum.

Hasan, pembudidaya rumput laut spinosum menyebut, angin kencang membuat jalur tambang tergulung oleh ombak. Pemilik 400 lajur tanaman rumput laut di Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan itu menyebut, sejumlah jalur tanaman miliknya rusak, hal itu membuat tanaman terlepas dari tali. Angin kencang disertai gelombang tinggi, biasa terjadi menjelang sore hari. Saat angin berhembus kencang, tonggak tempat budi daya rumput laut tercabut dari dasar pantai.

Mengantisipasi kerugian, tanaman akhirnya dipanen lebih awal. Panen normal bisa dilakukan pada usia 25 hari. Akibat angin kencang, saat ini rumput laut dipanen di usia belasan hari. Angin kencang diprediksi masih akan berlangsung hingga beberap hari ke depan. “Kerugian yang paling mudah dikalkukasi adalah, tergulungnya jalur tambang, pelampung terlepas, dan rumput laut ikut terlepas dari jalur karena terjangan ombak akibat angin kencang membuat tanaman rusak,” terang Hasan saat ditemui Cendana News, Senin (4/11/2019).

Para para bambu penjemuran rumput laut dikosongkan imbas tidak adanya hasil panen pada lokasi budidaya rumput laut di Desa Ruguk Kecamatan Ketapang Lampung Selatan, Senin (4/11/2019) – Foto Henk Widi

Pada kondisi normal, satu jalur tanaman rumput laut spinosum, bisa dipanen sekira 100 kilogram. Namun, karena gangguan cuaca, hanya menghasilkan 50 kilogram rumput laut basah. Penurunan hasil panen akibat angin kencang diakui Sumiati, pembudidaya rumput laut lainnya. Kerusakan akibat angin kencang membuatnya harus memanen lebih awal secara bertahap. “Banyak rumput laut yang patah tangkainya karena gelombang dan angin kencang, tidak bisa dipakai untuk bibit dan langsung dijemur,” cetusnya.

Harga rumput laut spinosum (Eucheuma Spinosum) atau biasa disebut rumput laut putih, di tingkat petani mencapai Rp8.000 dan maksimal Rp10.000. Harga tersebut lebih murah dibanding jenis rumput laut merah atau cottonii (Eucheuma Cottonii) yang dihargai Rp12.000 hingga Rp14.000 perkilogram.

Sementara itu, Bambang, nelayan pemilik jaring milenium juga mengaku terganggu angin kencang. Nelayan asal Desa Ketapang dan ratusan nelayan lain memilih istirahat untuk keselamatan. Nelayan memilih berhenti melaut, dan memperbaiki alat tangkap.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com