hut

Camat Rawalumbu Hentikan Aktivitas Pengurukan Tanah

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Aktivitas pembuangan tanah uruk diatas lahan kosong, berdekatan langsung dengan kantor Camat Rawalumbu di Jalan Raya Narogong, Kota Bekasi, Jawa Barat, sempat dihentikan. Pasalnya, aktivitas tersebut belum memiliki izin atau pemberitahuan di kecamatan setempat.

Lokasi pengurukan itu berdekatan dengan kantor Kecamatan Rawalumbu, bahkan mobil truk berisi tanah mengantre hingga ke pintu keluar kantor kecamatan. Ironisnya, aktivitas pembuangan urukan tanah itu diketahui sudah berjalan dua hari, dan dilakukan pada siang hari mulai pukul 14.00 WIB.

Dampak dari pembuangan tanah uruk yang diketahui didatangkan dari wilayah Jakarta tersebut, membuat jalan raya Narogong macet, akibat dari puluhan truk pengangkutan tanah mengantre di tepi jalan menunggu giliran untuk menurunkan muatan tanah. Pengurukan tanah itu juga mengotori aspal jalan, mulai depan kantor kecamatan.

Dian Herdiana, Camat Rawalumbu, ditemui usai menerima dua perwakilan dari pihak yang membuang tanah urukan di lahan tidak jauh dari kantornya, Jumat (22/11/2019). –Foto: M Amin

Camat Rawalumbu, Dian Herdiana, mengaku baru mengetahui setelah ada laporan dari Satpol PP yang bertugas di Kecamatan.

“Saya sudah perintahkan Satpol PP untuk menghentikan aktivitas urukan tanah di lahan kosong itu,” ujar Dian, kepada Cendana News, Jumat (22/11/2019).

Dikatakan, bahwa kegiatan tersebut belum ada izin atau koordinasi dengan pihak Kecamatan. Aktivitas tersebut tentunya harus memperhatikan K3 (Ketertiban, Keindahan dan Kebersihan) tidak mengganggu seperti sekarang.

Namun, dia meminta untuk lebih jelas menanyakan langsung ke pihak yang melaksanakan aktivitas di lapangan, kenapa melakukan pembuangan, meskipun belum memiliki izin.

“Intinya saya sudah meminta agar aktivitas tersebut dihentikan. Dan, meminta bisa memperhatikan K3 kepada pihak penanggungjawab di lapangan,” jelasnya, usai menerima dua orang perwakilan penanggungjawab di lapangan.

Meskipun Camat Rawalumbu, Dian Hendiana mengatakan sudah meminta untuk dihentikan dan melakulan aktivitas itu pada malam hari, agar tidak mengganggu suasana jalan, namun pantauan di lapangan aktivitas pengurukan masih tetap dilakukan.

Sebelumnya, mobil patroli milik Satpol PP Rawalumbu terlihat sempat menghadang di depan jalur keluar masuk kendaraan. Tetapi, setelah ada dua pihak yang bertemu ke ruang Camat Rawalumbu, aktivitas urukan tersebut kembali dilaksanakan.

“Kami hanya diperintah untuk menghentikan aktivitas pengurukan tersebut. Soal tanah dari mana dan lahan milik siapa, saya ga tau,”ujar salah seorang Satpol PP di lapangan.

Lihat juga...