hut

Cegah Banjir, Pemkot Bekasi Galakkan Pembuatan Lobang Biopori

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Dalam rangka mengantisipasi musim hujan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Jawa Barat, mencanangkan gerakan pembuatan lobang biopori sebagai bagian pencegahan banjir.

Lobang biopori telah dicontohkan ada di sekitar area resapan taman Kantor Wali Kota Bekasi, Jalan Ahmad Yani No 1.

“Ratusan lobang telah dibuat di kantor Wali Kota Bekasi untuk menjaga kesuburan tanah dan untuk menyerap air hujan. Nantinya, serentak aparatur di wilayah tersebut bersama warga membuat lobang biopori di lingkungan masing-masing,” ungkap Sajekti Rubiah, Kepala Bagian Humas, Setda Kota Bekasi, di ruang kerjanya, Rabu (13/11/2019).

Sajekti Rubiah, Kepala Bagian Humas, Setda Kota Bekasi, di ruang kerjanya, Rabu (13/11/2019). Foto: Muhammad Amin

Dikatakan, melalui lobang biopori cadangan air tanah bisa terjaga. Ratusan lobang sudah dibuat  di Kantor Wali Kota Bekasi untuk resapan air hujan dengan memberdayakan aparatur yang ada.

Dijelaskan, dalam pelaksanaan pembuatan lobang biopori ditandai dengan pembuatan lobang yang dilaksanakan secara langsung oleh Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. Awalnya Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi melobangi tanah dengan alat sederhana, kemudian diganti dengan alat bor biopori bermesin.

“Pak Wali Kota turun langsung membuat satu biopori dan memberi contoh kita selaku aparatur untuk terus bersama menjaga kelestarian lingkungan,” kata Sajekti.

Pembuatan lobang biopori untuk menyuburkan tanah agar mempermudah proses penyerapan air. Apalagi imbuh Sajekti, di Kota Bekasi sudah memasuki musim penghujan.

Menurutnya melalui lobang biopori air hujan akan terserap dan lebih efektif jika diisi dengan sampah organik. Hal tersebut untuk memancing mikroorganisme dan cacing tanah ke lobang.

Kemudian mikroorganisme akan terjadi pembusukan sampah organik dan mengubahnya menjadi tanah yang subur. Sehingga diharapkan, lobang biopori mampu menyerap air hujan dengan volume yang cukup banyak.

“Diharapkan bisa menjadi percontohan dan diterapkan oleh masyarakat, terutama yang lahannya kerap terjadi banjir di Kota Bekasi,” tutup Sajekti.

Lihat juga...