hut

Daerah Diminta Antisipasi Bencana di Musim Hujan

PALEMBANG – Gubernur Sumatra Selatan, Herman Deru, minta kepada pemerintah kabupaten dan kota untuk mengantisipasi peralihan musim dari kemarau ke penghujan, karena banjir dan longsor bisa saja terjadi.

“Sumsel bukan saja rawan akan kebakaran hutan dan lahan, tetapi bila musim penghujan juga dapat terjadi banjir dan tanah longsor,” kata Gubernur di Palembang, Sabtu (2/11/2019).

Karena itu, pemerintah kabupaten dan kota untuk mengantisipasi peralihan musim dari musim kemarau ke penghujan.

Apalagi terkait itu, hujan deras yang melanda sebagian wilayah Sumsel, Senin (28/10) malam hingga Selasa dini hari (29/10), menjadi penanda dimulainya musim penghujan.

Untuk itu, dirinya meminta pada Bupati dan Wali Kota di Sumsel, agar mempersiapkan diri, baik di jajaran pemerintah maupun masyarakatnya mengantisipasi bencana banjir dan longsor yang sewaktu-waktu bisa datang.

“Khususnya wilayah yang dialiri sungai. Karena rawan akan banjir dan longsor. Kami imbau untuk siaga menghadapi musim penghujan,” kata Gubernur.

Gubernur juga mengimbau warga, agar selalu memperhatikan kebersihan gorong-gorong dan selokan yang ada di lingkungan rumahnya.

Hal ini karena kondisinya selama musim kemarau sudah jarang dibersihkan, sehingga bila hujan tiba air akan tersumbat.

“Kami juga meminta warga untuk selalu memperhatikan anak-anaknya. Terutama yang tinggal dekat sungai atau pun selokan. Karena aliran air yang deras tidak hanya ada di sungai, tapi juga selokan kecil. Jangan sampai nanti terbawa arus,” ujarnya.

Khusus untuk kota Palembang, Gubernur mengatakan, pihaknya telah mengirim surat ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Kementerian Perhubungan, untuk memperhatikan gorong-gorong yang ada di sepanjang jalur kereta layang ringan atau LRT Sumsel.

Hal ini karena bila ada beberapa gorong-gorong yang tertutupi tiang LRT, maka air akan naik sehingga menjadi tergenang. (Ant)

Lihat juga...