hut

Damandiri Fokus Program Pemberdayaan Berbasis Desa

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Sepanjang 2019, Yayasan Damandiri melalui program pemberdayaan Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML), telah menyalurkan berbagai program bantuan sosial pada ribuan warga miskin di belasan desa yang tersebar di berbagai daerah. 

Lewat kegiatan Lokakarya dan Rapat Kerja Perencanaan Serta Anggaran Koperasi Desa Cerdas Mandiri Lestari dan Yayasan Damandiri yang digelar di Yogyakarta, Jumat (15/11/2019), terungkap sepanjang 2019 Yayasan Damandiri telah menyalurkan bantuan lantainisasi pada 2.641 keluarga miskin, yang tersebar di 11 Desa Cerdas Mandiri Lestari.

Tak hanya itu, sepanjang 2019 Yayasan Damandiri juga telah merealisasikan penyaluran bantuan jambanisasi pada 1.417 keluarga miskin di 9 Desa Cerdas Mandiri Lestari.

Sementara penyaluran bantuan beasiswa bagi siswa PAUD, sepanjang 2019 Yayasan Damandiri telah menyalurkan dana sebesar Rp177 juta bagi 590 siswa di 64 sekolah yang tersebar di 9 Desa Cerdas Mandiri Lestari.

Berbagai bantuan tersebut belum termasuk sejumlah program bantuan sosial lainnya, seperti bantuan alat perlengkapan posyandu, pelatihan bagi kader posyandu, penyelenggaraan fasilitasi BPJS , bantuan renovasi ruang PAUD, hingga penyerahan bantuan Alat Peraga Edukasi (APE), yang dilakukan sepanjang 2019 di setiap Desa Cerdas Mandiri Lestari binaan Yayasan Damandiri.

Ketua Yayasan Damandiri, Subiyakto Tjakrawerdaya, mengatakan, Yayasan Damandiri yang didirikan HM Soeharto (alm), selama ini fokus melakukan upaya pemberdayaan di tingkat desa, melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari.

Sejumlah program bantuan diberikan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa, baik itu di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, maupun lingkungan.

“Ada dua jenis program bantuan yang kita jalankan. Yakni, program bantuan sosial yang bersifat hibah dan program bantuan pemberdayaan ekonomi yang bersifat pinjaman,” ujarnya, di sela kegiatan lokakarya.

Menurut Subiyakto, upaya untuk membangun desa harus dilakukan dengan konsep dan skala yang jelas. Baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang. Dengan konsep atau perencanaan yang baik, diharapkan berbagai program pemberdayaan yang dilakukan bisa berjalan secara berkelanjutan. Tidak hanya berjalan sesaat, lalu terhenti dan hilang.

“Membangun desa harus dilakukan dengan konsep dan perencanaan yang baik. Sehingga bisa berkelanjutan. Tidak hanya sesaat. Kalau hanya berjalan sesaat itu namanya pencitraan. Kita tidak mau (program Desa Cerdas Mandiri Lestari) hanya pencitraan,” ujarnya.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com