hut

Denpasar Peringkat 6 Kota Tanggap Ancaman Narkoba

Editor: Koko Triarko

DENPASAR – Kota Denpasar berhasil menduduki peringkat ke-6 di seluruh Indonesia dalam hal Kota Tanggap Ancaman Narkoba, dengan nilai total 70,93. Kepala BNN Kota Denpasar, AKBP Hagnyono, mengatakan capaian tersebut berdasarkan hasil studi BNN (Badan Narkotika Nasional) RI dan Universitas Padjadjaran (UNPAD) yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut dijelaskan, variabel penilaian terdiri dari Ketahanan Masyarakat (25%), Kewilayahan (20%), Kelembagaan (25%), Hukum (20%) dan Ketahanan Keluarga (10%).

Kota Denpasar memiliki nilai tinggi pada variable Ketahanan Masyarakat, Kelembagaan dan Ketahanan Keluarga, sedangkan nilai sedang di Kewilayahan dan Hukum.

“Untuk itu, ada poin-poin yang harus disoroti guna meningkatkan nilai kewilayahan dan hukum ke depannya, yakni pengawasan terhadap wilayah rentan dan regulasi pemerintah daerah yang mendukung pelaksanaan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN),” ujarnya, saat melakukan sosialisasi di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Denpasar, di Gedung Graha Sewaka Dharma Lumintang, Kamis (7/11/2019).

Karena itu, guna mempertahankan peringkat Indeks Kota Tanggap Ancaman Narkoba (IKOTAN), dan meningkatkan pelayanan BNN Kota Denpasar kepada masyarakat Denpasar, maka BNN Kota Denpasar bersinergi dengan Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Denpasar dalam hal penyediaan layanan di MPP Kota Denpasar.

Hal ini sesuai dengan Inpres Nomor 6 Tahun 2018, tentang rencana aksi P4GN, serta menindaklanjuti keberhasilan dalam Raihan Kota Tanggap Bahaya Narkoba.

Ada pun layanan yang diberikan oleh BNN di MPP Kota Denpasar, meliputi layanan data dan informasi serta layanan pengaduan, yang ke depan layanan BNN Kota Denpasar akan terus ditambah.

“Tentunya dengan menggandeng Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Denpasar,” katanya.

Selain itu, BNN juga sudah melakukan inovasi dengan membentuk regulasi tentang P4GN di tingkat desa se-kota Denpasar. Sebanyak 28 desa adat di kota Denpasar telah memiliki perarem tentang bahaya narkoba serta pelaksanaan P4GN di masing-masing wilayahnya.

“Perarem ini tentunya sudah diketahui oleh Wali Kota Denpasar, Gubernur Bali dan Kepala BNN RI, dengan telah ditandatangani bersama oleh ketiga belah pihak. Diharapkan dengan adanya perarem ini, dapat memaksimalkan pelaksanaan P4GN di Kota Denpasar serta mampu meningkatkan nilai IKOTAN ke depannya,” ungkap AKBP Hagnyono.

Sementara, Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Mandala Putra, menjelaskan, dengan bergabungnya BNN Kota Denpasar ini makin melengkapi pelayanan di MPP Kota Denpasar. Sehingga diharapkan mampu memberikan layanan dengan maksimal, khususnya dalam bidang sosialisasi dan penanggulangan narkoba di Kota Denpasar.

“Tentunya kami berharap mampu memaksimalkan upaya pencegahan dan sosialisasi tentang bahaya narkoba di Kota Denpasar, dan kami juga mengapresiasi atas inovasinya yang telah dilakukan BNN Kota Denpasar terkait regulasi perarem tentang P4GN di semua desa yang ada di kota Denpasar,” tutupnya.

Lihat juga...