hut

Dirancang Menjadi Rp2.770.000, UMK 2020 Denpasar Diserahkan Gubernur

Editor: Mahadeva

DENPASAR – Pemkot Denpasar merancang Upah Minimum Kota (UMK) 2020 di daerah tersebut sebesar Rp2.770.000, yang dibulatkan menjadi Rp2.770.000.

Pembulatan dilakukan setelah melalui pembahasan dengan Dewan Pengupahan Kota Denpasar. Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar, I Gusti Agung Anom Suradi, mengatakan, UMK 2020 meningkat 8,51 persen, bila dibandingkan dengan UMK 2019 yang hanya sebesar Rp2.553.000. “Setelah dirancang, UMK 2020 kemudian diajukan ke Gubernur Bali untuk diverifikasi,” ujar, Selasa (5/11/2019).

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar I Gusti Agung Anom Suradi, saat ditemui Cendana News, Selasa (5/11/2019) – Foto: Sultan Anshori.

Setelah melalui proses verifikasi, nantinya baru dapat ditentukan besaran UMK Kota Denpasar. Berdasarkan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan, Nomor:B-m/308/HI.01.00/X/2019, penetapan paling lambat diumumkan pada 21 November 2019.

Penetapan UMK diawali dengan penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) pada 1 November 2019. Setelah penetapan UMP, baru diikuti penetapan UMK setelah melalui proses pembahasan dengan sejumlah pihak terkait dan mendapat persetujuan dari kepala daerah. UMK Kota Denpasar sudah disetujui oleh Wali Kota Denpasar, dan sekarang sudah diajukan ke Pemprov Bali.

Anom Suradi menyebut, untuk menentukan peningkatan UMK sesuai UU No.13/2003, tentang ketenagakerjaan, besarnya UMK tergantung besaran inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk penetapan UMK 2020 mempertimbangkan inflasi sebesar 3,39 persen, dan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12 persen. Dari inflasi dan pertumbuhan tersebut didapatkan besaran peningkatan Upah Minimum Regional (UMR) Kota Denpasar naik 8,51 persen.

Lihat juga...