Dishub DKI Beri Sanksi Warga Gunakan Otopet Listrik

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI, Syafrin Liputo, mengatakan, bakal memberikan sanksi kepada warga yang mengoperasikan otopet listrik di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).

“Nanti ada sanksinya. Sekarang kita sifatnya preventif dulu. Jadi, ketika mereka coba masuk ke trotoar kita coba ingatkan. Yang masuk ke JPO kita larang untuk naik gitu,” ujar Syafrin saat dihubungi wartawan di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (13/11/2019).

Kata Syafrin, pihaknya sudah memanggil Grab selaku pihak yang menyediakan layanan Grabwheels tersebut. Menurut Syafrin, pihaknya sudah mengingatkan kepada Grab untuk melarang pengguna otopet melintas di trotoar dan JPO.

“Kita sudah panggil Grab, kita sudah diskusi. Kami sudah sampaikan bahwa otopet tidak boleh ada di trotoar karena itu mengganggu pejalan kaki,” ungkapnya.

Syafrin mengaku sudah berkomunikasi dengan perusahaan penyedia skuter listrik, Grab, dan mensosialisasikan aturan agar tidak melintas di trotoar dan JPO karena dianggap mengganggu para pejalan kaki. Pengguna skuter nantinya akan diarahkan melintas di jalur sepeda.

“Kita regulasi mereka, nanti begitu ada di jalan pakai jalur sepeda,” tukasnya.

Selain itu Syafrin menyampaikan, rancangan aturan supaya penggunaan skuter listrik lebih tertib, ditargetkan tuntas pada Desember. Aturan di tingkat daerah itu juga akan menentukan sanksi bagi pengguna yang bandel menggunakan skuter listrik di area-area yang tidak diperkenankan.

“Kita regulasi supaya mereka nanti seperti itu saja (dalam pengoperasian skuter listrik),” ujar Syafrin.

Syafrin juga mengemukakan, hingga regulasi berlaku, DKI akan menerapkan tindakan preventif seperti mencegah para pengguna skuter melintas di trotoar, juga JPO.

Lanjut pihaknya juga sudah menugaskan petugas khusus dari Dishub dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang disiagakan di JPO sehingga tidak ada lagi pengguna skuter listrik yang melintas, lalu menimbulkan kerusakan seperti terjadi beberapa waktu yang lalu.

“Di JPO itu sudah ada petugas Dishub dan petugas Satpol PP. Pokoknya enggak diperbolehkan (Grabwheels) naik ke JPO,” paparnya.

Syafrin menegaskan, pihaknya melarang layanan Grabwheels untuk beroperasi di Jalan MH Thamrin dan Jalan Jenderal Sudirman saat Car Free Day (CFD).

Meski mengeluarkan larangan namun Dinas Perhubungan DKI Jakarta memperbolehkan masyarakat menggunakan layanan skuter listrik itu di area Gelora Bung Karno (GBK) yang memiliki jalur khusus untuk berolahraga.

“Bahkan kita larang mereka beroperasi di HBKB (Hari Bebas Kendaraan Bermotor),” kata Syafrin.

Sebelumnya, Dinas Bina Marga DKI Jakarta telah mengunggah sejumlah foto pengguna skuter listrik yang melewati JPO di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.

Akibatnya, sejumlah lantai kayu lantai JPO itu rusak dan adanya bekas roda dari skuter listrik. Dalam unggahan itu, Dinas Bina Marga juga meminta agar pengguna skateboard, skuter listrik tidak melintasi JPO Bundaran Senayan, GBK dan Polda Metro Jaya. Selain mengganggu pengguna JPO, skuter listrik dapat merusak lintasan.

“Mari bijak dalam menggunakan fasilitas umum, kita gunakan dan jaga bersama,” jelasnya.

Dinas Bina Marga juga telah berkoordinasi dengan Dishub soal hal ini. Dinas Bina Marga mengimbau agar pengguna skuter listrik tidak melintasi JPO.

“Kita sudah koordinasi dengan Dishub agar operator skuter listrik tidak lagi menggunakan JPO sebagai sarana menyeberang karena merusak lantai JPO,” kata Kepala Dinas Bina Marga DKI, Hari Nugroho.

Lihat juga...