hut

Disparbud Lamsel Dukung Pembentukan Asosiasi Pemandu Wisata

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan ( Disparbud) Lampung Selatan (Lamsel), mendukung adanya asosiasi pemandu wisata di wilayah tersebut.

Rini Ariasih, Kepala Disparbud Lamsel, menyebut asosiasi pemandu wisata merupakan wadah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke kabupaten yang dijuluki ‘Gerbang Krakatau’ tersebut.

Menurutnya, pembentukan asosiasi pemandu wisata sekaligus menjadi wadah kerja sama dengan agen wisata dan sejumlah kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Ada pun Pembentukan asosiasi akan dilakukan setelah anggota Pokdarwis mengikuti pelatihan pemandu wisata sejarah dan warisan budaya.

Setelah mendapat kompetensi sekaligus sertifikasi, maka para pemandu wisata bisa memanfaatkan asosisiasi untuk perkembangan pariwisata Lamsel.

Rini mengatakan, Disparbud Lamsel telah menunjuk sekitar 40 orang dari sejumlah Pokdarwis destinasi wisata agar menjadi pemandu wisata yang andal.

Pada tahap awal pelatihan yang digelar pemandu wisata sejarah dan warisan budaya, selanjutnya akan digelar pemandu bidang wisata alam, buatan dan wisata lainnya.

Rini Ariasih, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Selatan, dalam pelatihan pemandu wisata sejarah dan warisan budaya, Kamis (7/11/2019). -Foto: Henk Widi`

“Melalui asosiasi yang akan dibentuk, maka bisa dilakukan focus group discussion dalam upaya pengembangan destinasi pariwisata, agar sejumlah objek pariwisata bisa bersinergi mengenalkan Lamsel di dunia luar,” ungkap Rini Ariasih, Kamis (7/11/2019).

Melalui asosiasi tersebut, saat ada wisatawan yang akan datang berkunjung bisa didampingi oleh pemandu yang berkompeten.

Perlunya pemandu wisata menguasai pengetahuan terkait destinasi wisata di Lamsel, penguasaan bahasa asing dasar untuk berkomunikasi dengan wisatawan cukup diperlukan karena sejumlah destinasi di Lamsel kerap dikunjungi wisatawan mancanegara.

Melalui pelatihan pemandu wisata dari Disparbud Lamsel, Rini Ariasih meminta pemandu wisata bisa belajar dari berbagai media. Sebab, saat ini sejumlah informasi bisa diperoleh melalui internet.

Penggunaan internet dan jejaring sosial bagi pemandu pariwisata bisa menjadi solusi bertukar informasi, sharing pengalaman dalam upaya memajukan pariwisata di Lamsel.

Pemahaman sejumlah kebudayaan di Lamsel sebagai keberagaman, sekaligus menjadi pengetahuan yang dimiliki pemandu wisata.

“Esensi dari pelatihan oleh sejumlah narasumber adalah membentuk SDM pemandu wisata yang kompeten, dan selanjutnya bisa membentuk asosiasi,” tegas Rini Ariasih.

Konsep konservasi dan kebersihan lingkungan dalam dunia pariwisata juga harus dikuasai. Sebab, para pemandu wisata yang kompeten akan memiliki kepedulian pada isu-isu lingkungan hidup.

Salah satu isu lingkungan yang menjadi perhatian para pemandu wisata, menurutnya dalam upaya pengurangan sampah plastik di destinasi pariwisata. Sebab, konsep sustainable ecotourism berkelanjutan terus digaungkan di Lamsel.

Raden Supriadi, pegiat budaya Yogyakarta sekaligus narasumber pelatihan, menyebut penting bagi pemandu wisata membentuk asosisasi. Sebab, melalui asosiasi sejumlah destinasi wisata dengan beragam adat, budaya bisa saling bertukar informasi.

Kekhasan budaya setiap destinasi wisata bisa dipelajari oleh setiap pemandu wisata, agar bisa memberi informasi kepada wisatawan.

“Sebagai narasumber budaya Jawa, saya melihat penting bagi pemandu wisata Lamsel bisa mengenalkan adanya wayang, jaranan, ketoprak dan seni tari Jawa warga keturunan Jawa yang kini menetap di Lampung,” ungkap Raden Supriadi.

Melalui asosiasi pemandu wisata, setiap objek wisata bisa menampilkan beragam budaya khas masing-masing. Meski demikian, ia menyebut tidak boleh ditinggalkan warisan budaya daerah Lampung yang harus ikut dilestarikan.

Pelatihan kesenian pada sejumlah sanggar dengan beragam tarian, menjadi cara agar setiap destinasi wisata sejarah dan budaya menampilkan keberagaman.

Raden Supriadi,pegiat kebudayaan Yogyakarta di Lampung Selatan sekaligus narasumber pelatihan pemandu wisata sejarah dan warisan budaya, Kamis (7/11/2019). -Foto: Henk Widi

Senada, Wayan Sude, sebagai pemerhati budaya Bali menyebut pemandu wisata harus bisa mengetahui sejumlah kultur Bali. Sebagian objek wisata yang berada di wilayah yang dihuni masyarakat keturunan Bali dan menetap di Lampung, memiliki ciri khas yang berbeda.

“Melalui terbentuknya asosisasi pemandu wisata, akan menjadi wahana untuk mengenal adat istiadat dari beragam suku yang berbeda dan memberi warna pada pariwisata Lamsel,” katanya.

Dahri Khaidir, Koordinator Juru Pelihara  cagar budaya Makam Raden Intan II dan Benteng Cempaka, Desa Gedung Harta, menyebut pemandu wisata diharapkan memiliki kompetensi.

Melalui adanya pelatihan pemandu wisata sejarah, warisan budaya, akan memudahkan wisatawan. Sebab, selama ini saat ada kunjungan wisatawan ke makam Raden Intan II, penjelasan umumnya dilakukan oleh juru pelihara.

“Setelah ada pelatihan, maka pemandu wisata seharusnya bisa menguasai sejarah tentang situs makam Raden Intan II,” ungkap Dahri Khaidir.

Ia juga mendukung adanya asosiasi pemandu wisata di Lamsel. Sebab, wadah tersebut bisa menjadi tempat bertukar ilmu dalam dunia kepariwisataan yang makin berkembang. “Melalui asosiasi akan diperoleh ilmu baru dalam upaya meningkatkan minat untuk kunjungan ke wisata sejarah, warisan budaya. Peranan pemandu wisata sekaligua ikut mendongkrak kunjungan wisata ke Lamsel,” pungkasnya.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com