DPRD Banyumas Dorong Investor Tangani Masalah Sampah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – DPRD Banyumas mendorong penyelesaian sampah dengan secepatnya mengundang investor untuk melakukan pengelolaan sampah. Sebab, memasuki musim hujan, persoalan sampah yang menumpuk berpotensi menimbulkan berbagai penyakit.

“Pengelolaan sampah harus secepatnya diselesaikan, undang investor, jangan dipersulit perizinannya, karena sekarang sudah masuk musim hujan,” kata anggota Komisi A DPRD Banyumas, Lulin Wisnu Prajoko, Minggu (24/11/2019) saat melihat kondisi sampah yang menumpuk di Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas.

Dalam lima hari terakhir, sampah menumpuk di kawasan perumahan elit tersebut dan hampir tumpah ke badan jalan. Masyarakat sekitar yang merasa terganggu dengan tumpukan sampah mengadu ke DPRD Banyumas.

“Kita ke lokasi sampah yang menumpuk di Arcawinangun setelah mendapat pengaduan dari masyarakat. Kondisinya memang sangat memprihatinkan karena sampah yang menggunung tersebut berada sangat dekat dengan pemukiman warga,” kata Wakil Ketua Komisi D DPRD Banyumas yang juga Sekretaris Fraksi PDIP, Drg. Andrias Kartikosari.

Menurut laporan warga, sudah lima hari sampah tidak terangkut. Arcawinangun masuk dalam wilayah KSM Satria Arca. Andrias langsung berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyumas dan pihak DLH mengatakan armadanya terbatas, sehingga sampah di wilayah Arcawinangun belum terangkut.

“DLH mengaku kekurangan armada, sehingga saya bersama Pak Lulin langsung memutuskan untuk mendatangkan armada dari luar untuk mengangkut sampah dengan biaya sendiri,” terangnya.

Ada lima truk yang didatangkan dan beroperasi tiga hari berturut-turut untuk mengangkut sampah, yaitu mulai hari Kamis sampai dengan Sabtu kemarin.

“Hari ini kita mengecek kembali, dan tumpukan sampah masih tersisa sekitar 30 persen. Jika memang dibutuhkan, kita akan datangkan kembali armada truknya untuk mengangkut sampah,” tutur Andrias.

Lebih lanjut Andrias menjelaskan, dari hasil koordinasi dengan dinas terkait, Banyumas hanya memiliki sekitar 10 armada truk pengangkut sampah.

Padahal jumlah KSM cukup banyak, belum lagi ditambah dengan pasar tradisional yang memproduksi sampah dalam jumlah besar setiap harinya. Sehingga ia memutuskan untuk mendatangkan armada dari luar, demi menjaga kondusivitas masyarakat.

“Jika sampah ini tetap tidak terangkut, maka akan timbul gejolak di masyarakat, itu yang kita hindari, sehingga kita tangani sendiri sebisa mungkin,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Lulin yang datang bersama Andrias menyampaikan, untuk menyelesaikan masalah sampah, minimal harus ada penambahan armada baru hingga 20 unit. Selain itu, pengolahan akhir sampah juga harus dituntaskan.

“Sampah ini masalah bersama, karena dampaknya dirasakan bersama, karena itu penyelesaiannya juga harus dipikirkan bersama. Untuk pengangkutan sampah, jelas harus ada penambahan armada dan untuk mengolahan sampah, pemkab harus secepatnya mendatangkan investor yang bisa mengolah sampah hingga tuntas,” pungkasnya.

Lihat juga...