DPRD DKI Pangkas PMD Rp400 Miliar untuk Revitalisasi TIM

Editor: Makmun Hidayat

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi saat memberikan penjelasan pemangkasan anggaran revitalisasi TIM pembangunan hotel maupun wisma di area TIM, di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Kamis (28/11/2019) sore. -Foto: Lina Fitria

JAKARTA — Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi, mengatakan sudah memotong penyertaan modal daerah (PMD) yang digunakan oleh PT Jakarta Propertindo (JakPro) membangun wisma yang disebut-sebut hotel mewah tersebut.

DPRD DKI memangkas PMD JakPro sebesar Rp400 miliar untuk revitalisasi TIM dalam Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2020.

Enggak, enggak ada hotel. Dia udah kita potong Rp400 Miliar. Cuma kita kasih untuk TIM Rp200 miliar,” kata Prasetio kepada wartawan di gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Kamis (28/11/2019) sore.

Menurutnya, di sekitar TIM itu sudah banyak hotel. Sehingga dia menyarankan JakPro tidak boleh membangun area komersil dalam revitalisasi TIM.

“Tidak boleh ada hotel. Revitalisasi ya revitalisasi yang baiklah. Jangan sampe ada komersilnya. Kiri kanan kan sudah ada hotel,” ujarnya.

Kemudian dia menyinggung pihak eksekutif khususnya PT Jakarta Propertindo (JakPro) agar tidak menyembunyikan anggaran.

“Kadang-kadang, mohon maaf sekali lagi kepada eksekutif jangan suka ngumpet-ngumpet anggaran gitu loh. Kalau ngumpetin anggaran, kemarin akhirnya juga terlihat. Kita serut anggaran JakPro jadi Rp2,7 triliun,” pungkasnya.

Saat rapat Badan Anggaran, Direktur Utama JakPro Dwi Wahyu Daryoto dimintai penjelasan oleh Ketua DPRD DKI itu namun pihak JakPro, menurut Prasetio, tidak bisa meyakinkan DPRD DKI terkait revitalisasi TIM.

“Dalam rapat Banggar kemarin dengan JakPro, jawabannya dia enggak bisa meyakinkan saya. Nah serutan dari DPRD yang diputuskan objektif lah kemarin,” tuturnya.

Sementara Sekretaris Perusahaan JakPro Hani Sumarno mengatakan pihaknya menerima aspirasi yang disampaikan oleh anggota dewan kemarin. Pihaknya akan melakukan rapat persetujuan atas keberatan rencana pembangunan hotel di TIM.

“Yang jelas kemarin, aspirasi yang disampaikan dewan kami terima. JakPro kan penugasan. Semua langkah yang dilakukan, kami harus atas persetujuan dari pihak yang menugaskan, dalam hal ini Pemprov,” tuturnya.

Hani menegaskan pembangunan Wisma TIM dihapus, tidak mengganggu konsep revitalisasi TIM. Wisma TIM berada di lantai 8 sampai 14. Sedangkan lantai bawah diisi galeri, perpustakaan, dan Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin.

“Wisma TIM bagian kecil dari gedung yang di dalamnya plaza untuk para seniman berdiskusi, ekspresi latihan, perpustakaan, galeri seni. PDS HB Jassin. Kemudian (di atasnya) ada penginapan atau Wisma TIM,” ucap Hani.

Lihat juga...