hut

Dusun Kepiketik di Sikka hingga Kini Belum Berlistrik

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Masyarakat di sejumlah wilayah di kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, hingga saat ini masih ada yang belum menikmati penerangan listrik dari PT. PLN, meskipun jarak kampungnya tak seberapa jauh dari jalan negara, provinsi maupun kabupaten.

Hal yang sama juga dialami warga Dusun Kepiketik, Desa Persiapan Mahe Kelan, di Lecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, yang hanya berjarak sekitar 3 kilometer dari jalan negara trans Flores Maumere-Larantuka.

“Sejak dulu kami belum pernah menikmati listrik. Kalau malam hari, kami hanya mengandalkan lampu pelita dengan bahan bakar minyak tanah,” kata Susana Sina, ketua RT 01 RW 01, Dusun Kepiketik, Kamis (7/11/2019).

Susana menyebutkan, kalau ada kegiatan seperti pesta atau kematian, warga terpaksa meminjam generator agar bisa mendapatkan penerangan. Warga juga harus menyiapkan uang membeli bensin dan solar untuk menghidupkan generator tersebut.

Ardianus Mersi, warga Dusun Kepiketik, Desa Persiapan Mahe Kelan, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur,  saat ditemui pada Kamis (7/11/2019). -Foto: Ebed de Rosary

“Paling-paling saat ada pesta atau kematian baru ada listrik. Meskipun bisa menggunakan telepon genggam, warga harus mengisi daya batarei ke rumah saudara di Waigete yang berjarak minimal 3 kilometer dari kampung,” ungkapnya.

Susana mengharapkan pihak PLN area Flores Bagian Timur (FBT) bisa membantu memasang jaringan listrik, meskipun hanya lampu tenaga matahari.

Air bersih pun baru dua bulan ini dinikmati warga berkat bantuan pemasangan jaringan air bersih dan pembuatan bak air dari gereja katolik melalui LSM Caritas Keuskupan Maumere.

“Kalau air bersih kami sudah tidak kesulitan lagi. Paling hanya listrik saja, agar anak-anak sekolah bisa belajar saat malam hari,” ujarnya.

Ardianus Mersi, warga lainnya pun mengarapkan agar PT. PLN bisa memasang jaringan listrik ke kampung mereka, sebab ada 44 rumah di wilayah ini yang sangat membutuhkan listrik.

“Kami masih kesulitan soal jalan dan listrik, tetapi kalau air bersih sudah dibantu oleh LSM Caritas Maumere. Warga berharap agar pemerintah bisa mendengar keluhan yang disampaikan warga,” harapnya.

Hampir semua warga di kampung Kepiketik, kata Ardianus, mengandalkan hidupnya dari hasil pertanian dan perkebunan dengan komoditi andalan kemiri dan jambu mete.

“Makin tahun makin banyak warga yang membangun rumah di dusun ini yang terdiri dari dua rukun tetangga atau RT. Para guru pun kesulitan menjalankan tugas, karena tidak ada listrik,” ungkapnya.

Lihat juga...