hut

Edhy Prabowo Dorong Dirjen Budidaya KKP Berani Buat Terobosan

JAKARTA — Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mendorong Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto untuk dapat membuat terobosan yang lebih berani agar dapat mewujudkan arahan Presiden Joko Widodo dalam mengembangkan akuakultur.

“Target berikutnya harus lebih menggeliat daripada sebelumnya,” kata Edhy Prabowo dalam acara peluincuran dan bedah buku “Total Akuakultur” di Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Menurut Edhy, Slamet Soebjakto merupakan sosok yang sangat dinamis, tidak banyak bicara, tetapi selalu bekerja dengan tekun. Namun diharapkan agar terobosan yang dilakukan lebih berani.

Menteri Kelautan dan Perikanan juga mendorong agar Dirjen Perikanan Budidaya lebih berani dalam memperjuangkan anggaran, karena perlu sumber daya yang besar untuk mengembangkan akuakultur.

Bahkan, ia juga memperkirakan bisa saja misalnya separuh dari anggaran KKP diperuntukkan bagi budidaya.

Menteri Edhy dalam sejumlah kesempatan juga memastikan bahwa subsektor akuakultur atau budidaya akan menjadi ujung tombak KKP dalam memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional, penyediaan lapangan kerja, dan penyediaan pangan.

“Mari kita membangun perikanan budidaya untuk Indonesia yang lebih maju,” kata Edhy.

Sementara itu, Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto menyatakan akuakultur atau budidaya perikanan diyakini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menambah lapangan kerja.

Slamet juga mengungkapkan perkembangan budidaya di sejumlah negara lain sudah luar biasa, seperti di China yang sudah bisa membudidayakan hingga 100 spesies, sedangkan di Indonesia baru sekitar 15 spesies.

“Akuakultur tidak bisa dilakukan dengan sepotong atau secara parsial,” kata Dirjen Perikanan Budidaya KKP.

Ia juga mengemukakan bahwa pihaknya siap untuk mendorong industri akuakultur ini memberikan kontribusi sesuai harapan Presiden.

Selain itu, ujar dia, salah satu strategi yang akan dilakukan yakni mempercepat pengembangan akuakultur berbasis kawasan di daerah-daerah potensial.

Salah satu contohnya adalah kerja sama pengembangan akuakultur antara Bupati Gorontalo, Bupati Buol, Bupati Bolaang Mongondow Utara, Bupati Bone Bolango yang tergabung dalam Badan Kerjasama Utara-Utara (BKSU). Ia berharap, semakin banyak daerah lain yang akan melakukan kerjasama serupa. [Ant]

Lihat juga...