hut

Edy Junaedi Mundur dari Jabatan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta

Editor: Mahadeva

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Edy Junaedi dalam kesempatan konferensi pers anggaran influencer pada 30 Oktober silam – Foto Lina Fitria

JAKARTA – Kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan DKI Jakarta, Edy Junaedi, mengundurkan diri dari Jabatannya, sejak Kamis (31/10/2019) malam. Edy mundur dan memilih menjadi staf di anjungan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, Chaidir, membenarkan informasi tersebut. Menurutnya pengunduran diri Edy atas permintaan sendiri. Chaidir menegaskan, tidak ada yang menekan Edy untuk mundur dari jabatannya. “Pertanggal 31 (31/10/2019)malam. Dia mengundurkan diri,” kata Chaidir, Jumat (1/11/2019).

Dia membantah pengunduran diri Edy berkaitan dengan kasus anggaran Rp5 miliar, untuk membayar influencer dalam rancangan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2020 DKI Jakarta.

Chaidir memastikan, mundurnya Edy Junaedi sebagai Kadis Pariwisata dan Budaya, karena ingin menjadi staf di anjungan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. “Dia ingin mengundurkan diri saja, kalau saya lihat sih surat pernyataan pengunduran diri. Dia ingin ke sana minatnya, dia ingin jadi staf di anjungan Taman Mini Indonesia Indah (TMII),” pungkasnya.

Artinya Edy masih menyandang sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Konsenkuensi dari hal itu, Status ASN Edy turun pangkat golongan menjadi eselon II. Dengan Begitu, Tunjangan Jabatan, Tunjangan Kinerja Daerah (TKD), Hingga Tunjangan Transportasi dihilangkan.

Edy saat ini hanya akan menerima gaji pokok, ditambah TKD sesuai dengan pangkat golongannya. “Kalau kadis (gaji) sekitar Rp 50-an juta kurang lebih, semua itu take home pay. Dia sekarang tinggal di kisaran Rp 15 juta atau Rp 18 juta-lah,” pungkas Chaidir.

Saat dihubungi pada Jumat (1/11/2019) siang, nomor ponsel Edy tidak bisa dihubungi. Sebelum mengundurkan diri, anggaran influencer di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta disoroti banyak pihak, dan viral di media sosial. Diduga, Edy mundur dari jabatannya karena persoalan usulan anggaran Rp5 Miliar untuk membayar lima influencer di 2020. Kelima influencer itu akan diminta mempromosikan pariwisata dan kebudayaan DKI Jakarta kepada warganet.

Lihat juga...