hut

Emil Salim Ungkap Pesan Pak Harto Terkait Masjid YAMP

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Pada 17 Februari 1982 silam menjadi petanda berdirinya Yayasan Amalbakti Muslim Pancasila (YAMP). Yayasan itu diprakarsai oleh Presiden kedua RI HM Soeharto. Didirikan dengan tujuan untuk mengembangkan pola islam dengan fakta kenyataan dan bakti yang langsung dirasakan di tengah masyarakat.

Ada pesan penting yang disampaikan mendiang HM Soeharto dalam membangun masjid YAMP. Masjid bukan hanya untuk dijadikan tempat ibadah salat lima waktu semata, tetapi juga sebagai tempat pendidikan karakter agar tetap di jalan lurus, mengabdi kepada Allah Swt.

“Salat penting, wajib dan harus dikerjakan. Tapi jadikan masjid sebagai penggerak budi pekerti, akhlak mulia,” ucap Prof. Emil Salim, Pembina YAMP menyampaikan pesan mendiang HM Soeharto di hadapan ratusan paguyuban pengurus masjid YAMP di Gedung Granadi, Jakarta, Kamis (28/11/2019)

Pesan tersebut, imbuhnya, disampaikan di tahun 1999 ketika dirinya dipanggil Pak Harto. Saat itu Pak Harto meminta agar masjid dijadikan wadah meningkatkan kualitas bangsa. Jangan biarkan ruang masjid kosong harus dimanfaatkan program mencerdaskan kehidupan bangsa seperti pendidikan baca tulis.

“Tidak boleh ada yang buta huruf di mana ada masjid YAMP. Masjid harus menjadi motor penggerak pembangunan bangsa,” tandasnya menirukan ucapan mendiang HM Soeharto.

Pembangunan masjid yang digagas HM Soeharto melalui YAMP memilih lokasi terpencil yang jauh dari jangkauan. Sehingga setelah adanya masjid di tempat terpencil tersebut, maka bisa menjadi motor penggerak di tengah masyarakat.

Hal tersebut menjadi cita-cita beliau HM Soeharto. Bahwa masjid bukan hanya tempat ibadah rutin tetapi sebagai tempat mewujudkan ajaran agama, menegakkan akhlak, dan mengembangkan akal pikiran manusia. Karena Islam adalah agama ilmu.

Sejak dirancang tahun 1982 pembangunan masjid YAMP tidak langsung membangun masjid besar. Tetapi hanya masjid yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat terutama daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh orang yang ber-uang .

Maka imbuhnya, tipe masjid yang dibangun pun adalah 15×15, 17×17 dan 16×19. Jangan harapkan masjid yang megah besar, karena kata Pak Harto yang diutamakan adalah sampai kepada masyarakat bawah. Karena itu lahirlah program 999 masjid.

“Ketika selesai saya sempat tanya ke Pak Harto, uang masih ada kenapa masjid yang dibangun ga lebih dari jumlah itu. Apa jawab Pak Harto, 999 ada maknanya bahwa kita membangun diangka 999 sebagai batas dari perhitungan 1 sampai 9,” ucapnya mengenang kisah jumlah pembangunan masjid YAMP di Tanah Air.

Menurutnya, Almarhum Soeharto, lebih memperhatikan isi dari masjid bukan kuantitas tetapi lebih kepada kualitas dari masjid itu sendiri. Sehingga masjid dibangun pada kelompok sulit dijangkau seperti perumahan pegawai Korpri, komplek ABRI, pemukiman transmigrasi, pesantren dan tetap mengutamakan pembangunan masjid wilayah terpencil.

Maka dari jumlah 999 masjid YAMP sekarang terbangun 200 masjid YAMP di Ponpes, komplek Korpri 150, pemukiman ABRI 60, daerah transmigrasi 10 masjid YAMP dan daerah terpencil 599 masjid YAMP.

Masjid di daerah terpencil sulit dijangkau seperti di Aceh ada 32 unit, Papua Barat 8 unit. Pembangunan masjid YAMP terbesar adalah di wilayah Jawa Barat ada 147 masjid, Gorontalo dan Sulawesi Barat 44 masjid. Sehingga terbentang dari Aceh hingga Papua Barat, masjid YAMP tegak berdiri.

Lebih lanjut Prof Emil Salim, mengisahkan mendiang Soeharto tidak hanya fokus kepada pembangunan masjid. Berlanjut ke program kedua setelah masjid terbangun maka mulai bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengirim dai ke wilayah transmigrasi ke luar Pulau Jawa.

“Bekerjasama dengan MUI dilantiklah 2.668 dai, membangun membina daerah transmigrasi,”tegasnya

Setelah semua masjid YAMP berdiri bahkan sampai ke New York Amerika, mendiang Soeharto, pernah berpesan. Prof Emil, menegaskan bahwa beliau berpesan apapun yg dibangun ditambah dari masjid YAMP jangan ubah arsitektur bangunannya.

Karena beliau melihat kecenderungan di Indonesia lebih condong menyukai arsitektur bergaya timur tengah. “Peliharalah arsitektur asli karya Indonesia dengan tiga cungkup tersebut. Karena ada falsafahnya yakni rahim ibu, dunia nyata, hidup sesudah mati,” ungkapnya menyampaikan pesan mendiang Soeharto terkait bangunan masjid YAMP.

Tegakkan arsitektur budaya Indonesia khas nuasantara jangan rubah masjid ke bentuk timur tengah. Karena budaya khas nusantara memiliki kearifan lokal. Islam di Indonesia adalah Islam di bumi nusantara.

“Muslim Pancasila, bukan membangun muslim berorentasi kemana jangan ikut arus politik orang yang memiliki tujuan tertentu. YAPM yang dibangun untuk muslim Pancasila,”paparnya.

Berkenaan dengan penghargaan Yayasan Amalbakti Muslim Pancasila (YAMP) dalam bentuk “Anugerah Fastabiqul Khairat” kepada delapan yayasan/dewan kemakmuran masjid dan pengelola masjid. Prof. Emil Salim mengatakan untuk mengetahui sejauh mana pengurus masjid YAMP dalam menggerak masjid untuk kemakmuran masyarakat.

“Melalui kegiatan ini ingin pengurus masjid paham cita-cita awal dari mendiang Pak Harto bahwa masjid harus jadi motor penggerak dalam menghalau dan memberantas kemiskinan melalui jalur Islam,” pungkasnya.

Lihat juga...