Empat Wanita Indonesia Terima Penghargaan Bidang Sains

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Sains tak selamanya menjadi ranah kepemilikan kaum pria. Untuk kali ke-16, empat wanita Indonesia terpilih untuk menerima penghargaan dan dukungan atas upaya untuk mengembangkan inovasi ilmiah.

Kali ini, penghargaan L’OREAL-UNESCO For Women in Science jatuh kepada Dr. Sc. Widiastuti Karim, M.Si, Dr. rer. nat. Ayu Safitri Nurinsiyah, Dr. Swasmi Puwajanti, M.Sc, Dr. Engkau. Osi Arutanti, M.Si.

Ketua Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Prof. Dr. Arief Rachman saat temu media For Women in Science di Gedung D Dikti Jakarta, Selasa (26/11/2019). – Foto: Ranny Supusepa

Ketua Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Prof. Dr. Arief Rachman menjelaskan bahwa secara kultural, memang sains lebih banyak condong ke laki-laki. Tapi harapannya dengan adanya L’Oreal-Unesco For Women in Science, bisa mendorong keterlibatan wanita dalam bidang sains.

“Yang sangat mendasar sekali adalah kita harus terus memajukan peran wanita dalam bidang sains. Jangan sampai karena statusnya sebagai perempuan, akhirnya tidak bisa maju,” kata Arief saat temu media For Women in Science di Gedung D Dikti Jakarta, Selasa (26/11/2019).

Arief menyampaikan bahwa seringkali yang menghambat keterlibatan perempuan dalam bidang sains biasanya adalah orang disekitarnya. Biasanya, akan dibentuk stigma bahwa sains itu hanya wilayah kaum laki-laki.

“Konsep seperti ini harus dipatahkan. Terutama untuk para guru, jangan sampai menghalangi akses perempuan dalam bidang sains,” ujarnya.

Minat terhadap sains juga harus dibina sejak dini. Dengan memperhatikan kecenderungan perilaku anak. Misalnya anak perempuan yang suka mencampur-campur larutan warna.

“Minat akan sains ini sudah harus dibina sejak jenjang TK. Harus diberikan fasilitas oleh orang tua jika dilihat anak terlihat tertarik dalam melakukan satu hal secara terus menerus,” ucap Arief.

Ia menegaskan bahwa tidak ada batasan antara laki-laki dan perempuan.

“Harapannya dengan adanya program yang seperti ini, maka perempuan akan didorong untuk diberitakan dan jangan sampai potensi yang ada dimubazirkan oleh pihak-pihak di sekeliling perempuan tersebut,” pungkasnya.

Lihat juga...