hut

Festival Bahari Koja Doi, Merawat Destinasi Wisata

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Sebagai sebuah desa wisata yang meraih penghargaan Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2019 dari Kementerian Pariwisata RI, Desa Koja Doi di Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT),  terus berupaya menjaga kelestarian kawasan.

“Kami melaksanakan kegiatan festival Koja Doi untuk mempromosikan destinasi wisata,” ungkap Fifin Ardiansyah, Sekertaris Panitia Festival Koja Doi, Kamis (28/11/2019).

Menurut Fifin, selain mempromosikan destinasi wisata, festival ini dilaksanakan untuk menggali dan mengenalkan seni budaya masyarakatnya yang mayoritas berasal dari Buton, Sulawesi Tenggara.

Sekretaris Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Monianse, Desa Koja Doi, Alok Timur, Sikka, Nusa Tenggara Timur, saat ditemui di acara festival, Kamis (28/11/2019). -Foto: Ebed de Rosary

“Kami laksanakan kegiatan lomba Wangka-Wangka atau perahu layar mainan, lomba renang, dayung, kuliner lokal, tari dan kebersihan lingkungan,” jelasnya.

Fifin mengakui dalam penyelenggaraan festival masih banyak kekurangan, karena pertama kali dilaksanakan. Namun, keterlibatan masyarakat sangat luar biasa.

“Memang masih banyak kekurangan, dan ini akan menjadi masukan bagi kami dalam menyelenggarakan festival di tahun berikutnya ,” ungkapnya.

Jua Juwaeni, salah seorang penjual kain tenun mengakui adanya festival membuat kain tenun banyak laku terjual dibeli pengunjung yang datang.

“Memang penjualan kain tenun dan selendang mengalami peningkatan dua kali lipat dibandingkan hari biasa. Paling ramai memang saat hari ke dua kemarin,” ungkapnya.

Sementara itu, Petrus Sina, salah seorang pengujung asal kota Maumere, mengaku destinasi wisata di pulau Koja Doi memang sangat bagus, sehingga layak dipromosikan.

“Kalai destinasi wisatanya seperti bukit batu purba dan jembatan batu memang menarik untuk dikunjungi. Namun, perlu ada berbagai penataan lagi agar menjadi lebih menarik,” sebutnya.

Dari segi kebersihan, ungkap Petrus, kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan keramahan dalam melayani wisatawan sangat bagus sekali.

“Keramahan masyarakatnya menjadi aspek penting yang jadi keunggulan Koja Doi. Masyarakatnya juga sudah sadar pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” tuturnya.

Petrus berharap, agar pelaksanaan festival bisa menjadi salah satu pemicu promosi pariwisata di desa wisata Koja Doi, sehingga banyak wisatawan berkunjung ke pulau mungil ini.

Lihat juga...