hut

Gempa Maluku Dilaporkan Sudah Merusak 94 Rumah

Gempa M 7,1 di perairan Maluku, Kamis (14/11/2019). (ANTARA/Dok. BMKG)

AMBON – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku menyebut, ada 94 unit rumah warga di Kota Ambon rusak karena guncangan lima gempa beruntun yang melanda daerah tersebut.

Gempa yang terjadi memiliki magnitudo terbesar 5,1, terjadi pada Kamis (12/11/2019) malam. “Puluhan rumah yang rusak ini hanya di Kota Ambon, sedangkan dari Kabupaten Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat (SBB) belum masuk,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Maluku, Farida Salampessy, Sabtu (16/11/2019).

Rumah warga yang rusak kebanyakan di Desa Passo dan Hunuth, Kecamatan Baguala. Kondisi kerusakannya ada yang rusak berat, sedang dan ringan. Saat ini masih divalidasi oleh petugas BPBD Kota Ambon.

Gempa beruntun dengan magnitudo terbesar 5,1 dan terkecil 2, 7 itu, juga menyebabkan dua orang meninggal dunia. Korban meninggal karena mengalami serangan jantung, yaitu, Rahim Bugis, warga Tantui Kelurahan Pandan Kasturi, Kecamatan Sirimau dan Stevanus Jeremias, warga Dusun Amaori, Negeri Passo kecamatan Baguala.

Sedangkan korban luka-luka ada sembilan orang, dimana enam orang dirawat jalan dan tiga lainnya menjalani rawat inap di Rumah Sakit Angkatan Laut dan RS. Hative. Selain bangunan rumah, gempa susulan tersebut juga menyebabkan sejumlah fasilitas rusak ringan. Di antaranya Pesantren Al Anshor di Desa Air Besar, Kecamatan Baguala, Masjid Gunung Malintang, Kecamatan Baguala, Tugu dr Leimena sembatan di Desa Rumah Tiga serta empat unit rusun Kodam VI Pattimura.

Sedangkan menyangkut kerusakan akibat empat gempa susulan yang terjadi pada Sabtu (16/11/2019) pagi pukul 06:02:00 WIT, Farida menyatakan, baru menerima laporan rumah milik Bripka Hamka Suat, anggota Babin Kamtibmas Polsek Sirimau, Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, dan tembok bagian atas GOR (IAIN) Ambon roboh. “Saat ini petugas BPBD tiga kabupaten masih melakukan pendataan dan verifikasi di lapangan terhadap bangunan yang rusak, termasuk akibat gempa susulan yang terjadi Sabtu pagi,” jelasnya.

Dia berharap data kerusakan tersebut dapat segera dilaporkan, sehingga bisa disampaikan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk diproses anggaran rehabilitasinya. (Ant)

Lihat juga...