hut

Gunung Agung Bali Terpantau di Level Siaga

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

DENPASAR — Hingga Minggu, 18 April 2019, Gunung Agung Bali masih disimpulkan berstatus level III atau siaga. Hal ini berdasarkan pengamatan dari KESDM, Badan Geologi, dan pusat vulkanologi mitigasi bencana geologi (PVMBG) pos pengamatan tertanggal (18/11/2019) pukul 00:00-06:00 WITA.

Kepala BPBD Bali Made Rentin.-Foto: Sultan Anshori.

Gunung Agung yang berada di kabupaten Karangasem tersebut memiliki ketinggian di 3142 mdpl. Berdasarkan pantauan dari badan meteorologi Denpasar, kondisi di sekitar mengalami cuaca berawan dengan angin bertiup lemah ke arah barat. Sementara untuk suhu udara diketahui berada pada posisi 21-23 °C, kelembaban udara 89-92 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg.

Secara visual, gunung tertinggi di Bali ini berkabut 0-II dengan asap kawah yang tidak teramati. Jika dilihat dari aktivitas kegempaan, terpantau mengalami gempa vulkanik dangkal dengan jumlah 2, amplitudo : 1 mm, durasi: 20-23 detik.

Berdasarkan pantauan tersebut, pihak badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) provinsi Bali merekomendasikan kepada masyarakat yang tinggal disekitar gunung agung untuk tetap waspada.

Kepala BPBD Bali Made Rentin mengatakan, rekomendasi ini tentunya juga berlaku terhadap aktivitas lainnya seperti pendakian yang dilakukan baik oleh masyarakat lokal maupun wisatawan.

“Masyarakat pada intinya dilarang untuk tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari kawah puncak gunung agung. Dikarenakan zona ini masih bersifat bahaya dan dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan yang paling terbaru,” ujarnya Senin, (1811/2018).

Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di gunung agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak.

“Area landasan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di gunung agung,” tandasnya.

Sekedar informasi, gunung agung terakhir mengalami erupsi, Sabtu (24/5/2019) pukul 19.23 Wita. Berdasarkan catatan Pos pengamatan Gunung Agung di Rendang milik PVMBG, erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi sekitar 4 menit 30 detik. Erupsi juga disertai lontaran batu/lava pijar sejauh 2,5 kilometer hingga 3 kilometer ke segala arah.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com