hut

Hujan Akan Segera Kembali Mengguyur Jateng Selatan

Ilustrasi -Dok: CDN

CILACAP – Hujan diprakirakan akan segera kembali mengguyur wilayah Jawa Tengah bagian selatan, setelah terdampak badai yang muncul di belahan bumi utara.

“Badai sudah meluruh menjadi tekanan rendah, hujan diprediksi akan turun lagi dengan intensitas ringan hingga sedang tapi belum merata dalam minggu ini. Minggu depan diharapkan hujan sudah mulai merata,” kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, Rabu (13/11/2019).

Berdasarkan prakiraan cuaca, wilayah Jateng bagian selatan khususnya Kabupaten Cilacap dan Banyumas telah memasuki awal musim hujan pada November ini. Bahkan pada 1-3 November, hujan dengan intensitas sedang mengguyur wilayah Jateng selatan.

Hujan di awal November tersebut telah mengakibatkan terjadinya longsor di beberapa lokasi. Akan tetapi, sejak 4 November hingga 13 November ini , tidak terjadi hujan di wilayah Jateng selatan. “Kalaupun ada, intensitas hujan yang terjadi masuk kategori ringan dan lokal,” tandasnya.

Hal itu dampak dari munculnya badai di belahan bumi utara, yakni Bulbul, Nakri, dan Halong. “Akibatnya, awan hujan yang sebenarnya telah banyak bermunculan di belahan bumi selatan, tersedot ke arah badai tersebut,” jelasnya.

Terkait dengan hujan yang diprakirakan akan segera kembali mengguyur wilayah Jateng selatan, dia mengimbau masyarakat yang bermukim di daerah rawan banjir dan longsor untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana tersebut. Menurutnya, hal itu disebabkan kondisi tanah yang kering dan retak-retak, sangat rentan longsor ketika diguyur hujan. “Apalagi berdasarkan prakiraan cuaca sebelumnya, pada pertengahan November terjadi peningkatan intensitas hujan,” katanya.

Sebelumnya, berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG Stasiun Klimatologi Semarang, wilayah Jawa Tengah secara umum akan memasuki musim hujan pada awal November. “Pada awal-awal bulan November, intensitas hujannya diprakirakan masih ringan hingga sedang, namun mulai pertengahan bulan diprakirakan mulai meningkat,” katanya.

Bahkan, curah hujan pada November di wilayah pegunungan tengah Jateng, khususnya Banjarnegara bagian utara, sebagian kecil Banjarnegara bagian timur, Wonosobo bagian barat, dan Pekalongan bagian selatan diprakirakan lebih dari 500 milimeter atau sangat tinggi.

Sementara curah hujan di wilayah pegunungan tengah Jateng lainnya seperti Banyumas bagian timur laut, sebagian besar Purbalingga, Pemalang bagian tenggara, Pekalongan bagian barat, sebagian besar Banjarnegara, serta sebagian besar Wonosobo diprakirakan berkisar 401-500 milimeter dan masuk kategori tinggi.

Ia mengatakan curah hujan di wilayah Jateng bagian selatan seperti sebagian besar Cilacap, sebagian besar Banyumas termasuk sekitar Gunung Slamet, Purbalingga bagian selatan, Banjarnegara bagian barat, sebagian besar Kebumen, serta Purworejo bagian utara diprakirakan berkisar 301-400 milimeter dan masih masuk kategori tinggi. “Curah hujan di beberapa wilayah Jateng selatan seperti Cilacap bagian barat daya, Kebumen bagian tenggara, dan Purworejo bagian selatan diprakirakan masuk kategori menengah dengan curah berkisar 201-300 milimeter,” demikian Teguh Wardoyo. (Ant)

Lihat juga...