hut

Hujan Mulai Turun, Petani di Mustikajaya Bersiap Tanam Padi

Editor: Mahadeva

BEKASI – Sebagian petani di wilayah Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, mulai bersiap-siap menanam padi setelah hujan mulai turun di daerah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Petani di Mustikajaya, mayoritas menggarap areal sawah diatas lahan milik perusahaan, melalui sistem tadah hujan. Sudah dua bulan terakhir lahan tersebut dibiarkan tidak dimanfaatkan, karena mengalami kekeringan. “Paling Desember sudah mulai persiapan. Sekarang baru tiga kali hujan di Bekasi ini setelah kemarau panjangan. Semoga curah hujan bisa lebih intens agar petani bisa bercocok tanam,” ujar Darwi, Petani Mustikajaya, kepada Cendana News, Senin (4/11/2019).

Darwi Petani di Mustikajaya Bekasi, saat ditemui Cendana News, Senin (4/11/2019) – Foto M Amin

Areal persawahan di Mustikajaya tidak memiliki saluran air. Sehingga jika dari awal menggunakan sistem pompa, petani akan merugi. Hasil yang diperoleh tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Untuk satu petak areal persawahan, jika menggunakan air sumur bor memerlukan bahan bakar hingga lima liter. Sementara sawah cukup luas. Darwi berharap, hujan bisa terus turun sehingga kekeringan bisa teratasi.

Hujan beberapa hari terakhir yang melanda wilayah Bekasi masih belum menyatukan tanah yang terbuka karena kekeringan. “Saat ini petani sudah mulai bersiap, pertama lihat saja sendiri semua gubug mulai dibenarkan karena rusak akibat terpaan angin selama kekeringan,” tukasnya.

Darwi memperkirakan, di awal Desember nanti jika hujan memadai maka petani akan memulai membuat benih. Dan paling lambat, di Januari sudah mulai tanam. Ketua kelompok Tani Bendajaya, Niman, mengaku panen terakhir sudah dilakukan sekira dua bulan lalu. Setelah itu areal sawah sudah tidak ditanami lagi, karena dampak kekeringan. Niman menyebut, petani yang tergabung di Bendajaya ada 48 orang. Areal yang digarap mencapai 15 hektare. “Kalau kekurangan kami dimesin air. Karena untuk sawahnya dua hektare, paling tidak mesin air ada tiga. Kami sudah ajukan, tapi belum dapat bantuan,” pungkasnya.

Lihat juga...