hut

ICCIS 2019 Digelar di Bali

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Sebagai salah satu bentuk kerja sama antara Mahkamah Konstitusi RI dengan lembaga sejenis di berbagai dunia, MK menggelar ‘The 3rd Indonesian Constitutional Court International Symposium (ICCIS)’ yang akan dimulai pada Senin (4/11/2019) di Nusa Dua, Bali. 

“Sebagai Sekretaris tetap The Association of Asian of Asian Constitutional Court (AACC), Bidang Perencanaan dan Koordinasi, MK RI terus berupaya untuk saling berbagi ide, pengalaman, dan pemikiran intelektual dalam perkembangan konstitusi di dunia,” kata Juru Bicara MK, Fajar Laksono, lewat keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (2/11/2019).

Ada pun tema yang diusung kali ini, sebut Fajar, adalah “Constitutional Court and the Protection of Social and Economic Rights”.

MK juga mengikutsertakan para Hakim Konstitusi, Peneliti, Panitera serta para akademisi untuk berdiskusi, guna memperluas pengetahuan hukum dan konstitusi, terutama yang berhubungan dengan perlindungan hak sosial dan ekonomi masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan pula jalinan kerja sama dengan banyak negara peserta simposium  internasional dapat terjalin dengan lebih erat. Sehingga, peran MK RI dan lembaga sejenis makin menggema dengan kuat dalam perlindungan hak konstitusional warga negara di dunia,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, akan turut hadir sembilan Hakim Konstitusi MK RI dan perwakilan delegasi negara anggota AACC, di antaranya Afganistan, Azerbaijan, Kazakstan, Korea Selatan, Kirghistan, Malaysia,  Mongolia, Myanmar, Pakistan, Rusia, Thailand, Turki, dan Usbekistan.

Selain itu, kegiatan ini juga akan diikuti oleh para peneliti dari berbagai negara, di antaranya Albania, Andorra, Angola, Bolivia, Timor Leste, dan lainnya.

Di samping itu, kata Fajar, MK RI juga mengadakan kegiatan pelatihan singkat (short course) bagi pegawai/karyawan di lingkungan Mahkamah Konstitusi negara-negara anggota AACC. Program ini akan dilaksanakan selama dua hari, yakni pada Rabu – Kamis (6-7/11/2019) di Nusa Dua, Bali.

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kontribusi para pegawai Mahkamah Konstitusi dalam pengembangan internasionalisasi pengelolaan peradilan konstitusi yang lebih baik. Program ini merupakan jenis pendidikan tanpa gelar dengan kurikulum terstruktur, yang diselenggarakan dalam jangka waktu pendek,” ungkapnya.

Lebih jauh Fajar mengatakan, pada periode 2019, program ini akan diikuti oleh perwakilan dari 15 negara serta akademisi dan pakar dari Indonesia. Sebagai satu kesatuan kegiatan, dalam program ini juga akan diadakan ‘Call for Papers’ yang diikuti oleh beberapa negara, seperti Jerman, Spanyol, Amerika, Australia, Belanda, Kolombia, Kenya, Cina, dan Palestina.

“Ada pun tujuan dari kegiatan ini adalah mengumpulkan tulisan-tulisan terbaik secara global, dengan mengangkat tema “Constitutional Court and the Protection of Social and Economic Rights,”, untuk selanjutnya hasil dari tulisan-tulisan tersebut akan dilakukan pemilihan tulisan terbaik,” tutupnya.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com