hut

Jawa Barat Juara Umum Parade Pencak Silat Nusantara I TMII

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Pusaka Kujang Kancana, mengantarkan Provinsi Jawa Barat meraih juara umum Parade Pencak Silat Nusantara I Taman Mini Indonesia Indah (TMII) 2019. Tema fenomenal Jawa Barat yang digarap Toto Sugiarto ini dalam gerak pertunjukan pencak silatnya, berkisah tentang pusaka merupakan harta warisan yang sangat berharga, sebagai filosofi harga diri seorang pendekar.

Pusaka merupakan kejayaan demi perdamaian, bukan untuk diperebutkan dengan tumpah darah, tetapi untuk mempererat tali silaturahmi dengan penuh rasa kasih sayang. Inilah yang tercermin dalam Pusaka Kujang Kancana.

Dewan Juri Parade Pencak Silat Nusantara I TMII, Fahmi Wardi, mengatakan, yang diutamakan dari penilaian ini bela dirinya. Setiap provinsi mempunyai seni pencak silat, yakni bela diri, bagaimana ada kuncian dalam gerakannya.  Itulah menurutnya, yang harus ditampilkan selain juga harus didukung oleh musik dan busana.

“Dan, penyaji terbaik atau juara umum berhak mendapat piala bergilir pemrakarsa TMII, Ibu Tien Soeharto, piagam penghargaan dan uang pembinaan sebesar Rp10 juta dari Direktur Utama TMII, serta piala dari Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia da  Kebudayaan, adalah Provinsi Jawa Barat,” kata Fahmi, saat mengumumkan pemenang di Sasono Langen Budoyo TMII, Jakarta, Minggu (3/11/2019).

Jawa Barat memperoleh tiga penghargaan, yakni penyaji unggulan, penyaji penata iringan terbaik, dan penyaji rias dan busana terbaik.

‘Pusaka Kujang Kancana’, penampilan pencak silat dari Provinsi Jawa Barat meraih juara umum Parade Silat Nusantara I di Sasono Langen Budoyo TMII, Jakarta, Minggu (3/10/2019). -Foto: Sri Sugiarti

“Semua peserta adalah penyajian unggulan, memiliki keistimewaan. Tapi, kami harus memilih yang terbaik, yaitu Jawa Barat,” ujarnya.

Dalam kompetisi pencak silat nusantara yang pertama kali digelar TMII dan merupakan ajang tingkat nasional ini, Jawa Barat diwakili Sanggar Gapura Emas dari Kabupaten Sukabumi dalam lakon Pusaka Kujang Kancana.

Kasie Kebudayaan Kabupaten Sukabumi, Toto Sugiarto, mengaku sering tampil di TMII mewakili provinsi Jawa Barat. Namun, kali ini dalam event yang bernapas baru, yakni Parade Pencak Silat Nusantara.

“Alhamdulillah, kami juara umum. Saya tadi sampai lemes pas terima piala Ibu Tien Soeharto, bangga banget,” kata Toto, kepada Cendana News, usai acara.

Dia mengaku bangga bisa tampil di TMII dalam parade pencak silat nusantara ini. Menurutnya, dalam parade ini, TMII telah mengangkat napas baru suatu pertunjukan yang benang merahnya pencak silat.

“Biasanya kan tari dan musik. Ini pencak silat dikemas untuk jadi seni pertunjukan, kita dituntut ada tema cerita, tata rias dan musik,” ujarnya.

Dengan tema Pusaka Kujang Kancana, sebuah kisah fenomental Jawa Barat, jelas dia, musik juga dikemas. Tidak seperti musik pencak silat biasanya yang sering terdengar.

“Kalau musik biasa, pencak silat hanya kendang dan terompet. Sekarang digabung ada kecapi, gamelan komplit, biola dan vokal juga. Jadi, kolaborasi penataan iringan musik benar-benar dipikirkan dalam parade ini,” imbuhnya.

Begitu juga dengan busana dan tata rias. Karena biasanya dalam pencak silat itu, menurutnya, cukup dengan busana warna hitam saja tanpa riasan wajah.

“Tapi di parade ini, kostum dan riasan dikemas juga. Jadi, aturan dari panitia itu harus benar-benar diperhitungkan dengan matang. Make up dan karakternya harus dipikirkan, alhamdulillah kami jadi yang terbaik,” ujar Toto.

Kepala Anjungan Jawa Barat TMII, Indraningsih, bersyukur pihaknya meraih juara umum pada ajang pencak silat tingkat nasional ini.

“Alhamdulillah, seniman pencak silat Sukabumi jadi juara umum. Semoga kami menjadi acuan dan bisa lebih maksimal lagi untuk tampil di parade pencak silat tahun berikutnya, dan tetap bisa mempertahankan juara ini,” ujar Indra.

Indra mengaku bangga, karena para pesilat yang tampil dalam parade bergengsi yang digelar TMII ini adalah generasi muda yang sangat bersemangat, tidak lelah untuk berlatih menunjukkan dedikasinya hingga bukti nyata diberikan dengan menjadi juara umum.

“Kami dari provinsi sifatnya memfasilitasi dan mendukung untuk seniman berkembang. Pencak silat itu budaya khas Jawa Barat, masa tidak menang? Kita harus lestarikan dan tampil terbaik. Alhamdulillah, hasilnya juara umum,” pungkasnya.

Lihat juga...