hut

Jelang Nataru, Kapal Roro di Bakauheni Jalani Uji Petik

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Sejumlah kapal roll on roll off (Roro) di lintas Bakauheni-Merak menjalani proses uji petik. Iwan Syahrial, Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bakauheni menyebut, uji petik dilakukan untuk memeriksa kesiapan kapal.

Sejumlah pemeriksaan yang dilakukan meliputi alat-alat keselamatan penumpang, alat pemadam api serta peralatan navigasi.

Pemeriksaan alat-alat keselamatan kapal menurutnya telah dilakukan terhadap 15 kapal yang sandar di pelabuhan Bakauheni. Total sebanyak 68 kapal roll on roll off (Roro) di lintasan Selat Sunda disiapkan untuk angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru).

Pemeriksaan terhadap sejumlah alat keselamatan melibatkan kru kapal roro yang diperiksa dan petugas ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni.

Uji petik sejumlah kapal roro menurut Iwan Syahrial dilakukan pada bagian dek kendaraan (car deck), dek penumpang hingga ke anjungan nahkoda.

Sejumlah alat keselamatan yang diperiksa pada uji petik meliputi sprinkle air, alat pemadam api ringan (APAR), jaket keselamatan yang disediakan pada setiap kursi penumpang. Peralatan sekoci dan pelampung di setiap dek kapal tidak luput dari pemeriksaan.

“Uji petik dilakukan pada sejumlah kapal yang sandar pada dermaga eksekutif dan dermaga reguler di pelabuhan Bakauheni dan Merak sehingga semua kapal yang akan melayani angkutan Nataru dinyatakan laik laut,” ungkap Iwan Syahrial saat dikonfirmasi Cendana News di atas KMP Jatra III yang sandar di dermaga eksekutif Bakauheni, Selasa (19/11/2019).

Iwan Syahrial, Kepala KSOP Kelas IV Bakauheni saat melakukan uji petik di KMP Jatra III di dermaga eksekutif Bakauheni, Selasa (19/11/2019) – Foto: Henk Widi

Pada uji petik yang dilakukan sejak awal November Iwan Syahrial menyebut pemeriksaan dilakukan tidak akan mengganggu pelayanan. Pemeriksaan oleh tim KSOP dilakukan oleh petugas Marine Inspector pada sejumlah alat keselamatan.

Pada pemeriksaan alat keselamatan petugas KSOP melakukan proses pengoperasian hidran dan sprinkle. Peralatan yang disiapkan di kapal menurutnya menjamin keselamatan penumpang.

Pemeriksaan uji petik kapal roro menurutnya akan dilakukan hingga 23 Desember mendatang. Pemeriksaan secara bertahap menurutnya dilakukan agar kapal roro di lintasan Selat Sunda bisa tetap melakukan pelayanan.

Berdasarkan pemeriksaan uji petik kapal-kapal di dermaga eksekutif sebanyak 5 unit kapal telah diperiksa. Kapal yang telah diperiksa diantaranya KMP Batu Mandi, Portlink 0, Portlink V, Jatra III dan Sebuku.

“Selain kapal roro di dermaga eksekutif uji petik juga kami lakukan pada dermaga reguler pada semua kapal yang sandar,” ungkap Iwan Syahrial.

Selain pengecekan alat pemadam kebakaran dengan simulasi penggunaan life jacket pramugari kapal Jatra III dan sejumlah kapal lain disebutnya akan memberi instruksi pada penumpang.

Setiap penumpang menurut Iwan Syahrial akan diberi pengarahan alat-alat keselamatan dan jalur evakuasi saat terjadi insiden di atas kapal. Uji petik sekaligus memeriksa masa aktif APAR yang memiliki waktu kedaluwarsa.

Hasan Lessy, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni menyebut, uji petik penting dilakukan. Sebab saat angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 kapal yang akan melayani penumpang harus dalam kondsi prima.

Hasan Lessy, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni saat uji petik KMP Jatra III, Selasa (19/11/2019) – Foto: Henk Widi

Sesuai jadwal pada angkutan Nataru PT ASDP Indonesia Ferry akan menyediakan sebanyak 68 kapal siap operasi. Dalam sehari sebanyak 30 kapal akan dioperasikan melayani pengguna jasa.

“Sebelum angkutan libur Nataru pihak KSOP dan unsur terkait melakukan uji petik agar keselamatan kapal bisa dijamin,” tegas Hasan Lessy.

Penyiapan fasilitas kapal dengan uji petik menurutnya menjadi bagian pelayanan saat angkutan Nataru. Selain fasilitas kapal pihak ASDP juga akan menyediakan sejumlah loket penjualan tiket pejalan kaki dan loket penjualan tiket kendaraan. Semua fasilitas penjualan tiket tersebut mempergunakan fasilitas uang elektronik.

Ia mengimbau agar penumpang yang akan naik kapal menyiapkan saldo uang elektronik yang cukup. Ada sebanyak 10 loket penumpang pejalan kaki dan sekitar 15 loket kendaraan roda dua dan roda empat.

Selain di dermaga reguler fasilitas pembelian tiket secara mandiri disiapkan dengan layanan vending machine. Penyiapan vending machine menurutnya menjadi cara mempermudah pembelian tiket elektronik bagi penumpang kapal reguler dan kapal eksekutif.

Lihat juga...