hut

Kades di Sikka Lunasi Penyimpangan Dana Desa

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Laporan masyarakat soal dugaan penyimpangan dana desa yang dilakukan Kepala Desa (Kades) Nelle Urung di Kecamatan Nelle, Kabupaten Sikka, NTT, akhirnya disampaikan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Sikka, NTT.

Temuan penyimpangan dana oleh kepala desa tersebut nilainya sebesar Rp146 juta namun oleh kades Nelle Urung, dana tersebut akhirnya dikembalikan lunas selama jangka waktu 60 hari sesuai ketentuan.

“Kades Nelle Urung memang sudah selesai membayar dana sebesar Rp146 juta selama masa waku 60 hari sesuai aturan yang ditentukan,” kata Kepala Seksi Intelijen, Kejaksaan Negeri Maumere, Cornelis Oematan, S.H, Kamis (14/11/2019).

Cornelis mengatakan, kades Nelle Urung mempunyai niat baik mengembalikan dana tersebut sehingga perkaranya tidak dapat dilimpahkan ke pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang.

Sementara itu lanjutnya, Kades Lela, kecamatan Lela, bersama aparat desa lainnya yang diduga melakukan penyimpangan Alokasi Dana Desa (ADD) pengembalian dananya masih tersendat.

“Berdasarkan laporan masyarakat yang diperoleh Kejari Sikka, penyimpangan dananya sebesar Rp182 juta. Ini kan sudah berlangsung lama sehingga seharusnya pihak inspektorat sudah menyerahkan kepada kami,” tuturnya.

Kantor Kejaksaan Negeri Sikka, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Kamis (14/11/2019). Foto: Ebed de Rosary

Dalam mengatasi perkara korupsi kata Cornelis, Kejaksaan Negeri Sikka tidak akan pilih kasih dan mengambil tindakan hukum yang sama terhadap semua kepala desa dan aparatur pemerintah yang menyalahgunakan dana desa.

Kepala Desa Dobo, kecamatan Mego, bernama Paulus Beni, sudah ditahan penyidik sejak tanggal 30 Oktober 2019. Kades Dobo ini pun telah diberi waktu untuk melunasi penyimpanangan dana, namun tidak dilakukan.

“Kami sudah memberikan kesempatan kepada kades Dobo, namun dirinya tidak memanfaatkan waktu tersebut. Padahal waktunya tergolong lama sehingga dia akhirnya kami tahan,” terangnya.

Kajari Sikka, Azman Tanjung, SH, saat ditanya Cendana News, mengatakan, untuk kades Sikka memang dirinya pernah melakukan pengembalian dana, tapi jumlahnya masih kecil dan belum sesuai dengan hasil temuan.

Kejari Sikka, kata Azman, masih menunggu iktikad baik dari yang bersangkutan agar segera melakukan pengembalian dana tersebut. Bila tidak ada iktikad baik maka pihaknya akan meminta pihak inspektorat untuk melimpahkan kasus ini.

“Kita tidak main-main dalam menindak pelaku korupsi terutama dana desa karena sangat bersentuhan langsung dengan pembangunan di masyaraat desa. Untuk kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Kades Dobo, Paulus Beni, kata Azman, akan menjalani masa tahanan selama 20 hari untuk kepentingan penyidikan. Bila kasusnya sudah dianggap lengkap maka dalam waktu dekat akan dilimpahkan ke pengadilan Tipikor Kupang.

Lihat juga...