hut

Kebakaran Lahan Picu Kerugian Sektor Pertanian di Lamsel

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Kebakaran lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Lampung Selatan (Lamsel) berdampak kerusakan berimbas kerugian pada sektor usaha pertanian.

Wagirin, pemilik kebun menyebut lahan seluas satu hektare yang terbakar membuat sejumlah tanaman produktif mati. Jenis tanaman produktif yang mati meliputi pisang, kelapa, kakao, kopi robusta, petai, jengkol dan tanaman kayu bernilai ekonomi tinggi.

Petani asal Desa Kelaten, Kecamatan Penengahan itu mengaku, kebakaran lahan terjadi oleh faktor ketidaksengajaan. Sebab lahan yang terbakar merupakan imbas dari api yang merembet dari wilayah lahan perkebunan lain.

Lahan miliknya di Dusun Pematang Malang, Desa Kelawi yang berada di perbukitan dan lereng terjal terbakar akibat api dari wilayah Pinang Gading, Desa Bakauheni.

Kebun yang tidak ditunggu, ranting dan dedaunan kering berimbas dampak kebakaran merusak lahan kebun miliknya. Lokasi titik api yang berada di dekat lereng bukit terjal menurut Wagirin menjadi pemicu sulitnya proses pemadaman api.

Ratusan batang tanaman pisang, kakao, cengkih, alpukat, kopi robusta yang sebagian siap panen hangus terbakar. Meski pemadaman dilakukan namun kebakaran menghanguskan tanaman produktif miliknya.

“Pemadaman api sulit dilakukan karena lokasi lahan di perbukitan, sulit akses air untuk pemadaman dan daun serta ranting kering ditambah angin kencang, mempercepat proses api cepat merembet,” ungkap Wagirin saat ditemui Cendana News, Senin (11/11/2019).

Kerugian akibat kebakaran disebut Wagirin dikalkulasikan mencapai belasan juta rupiah. Kerugian itu menurutnya lebih besar dari serangan hama monyet, tupai dan hama lain saat sejumlah tanaman berbuah.

Sebab sejumlah tanaman produktif jenis kakao, cengkih, alpukat dibeli dengan harga bibit rata-rata Rp50.000 per batang. Ratusan pohon yang sebagian baru ditanam diakuinya hangus terbakar dan berpotensi tidak akan tumbuh lagi.

Sejumlah pohon yang masih berusia muda menurutnya merupakan tanaman sulaman. Ia sengaja melakukan penanaman pohon cengkih, kakao, alpukat untuk regenerasi tanamam yang sudah tua.

Penanaman pohon saat musim penghujan awal tahun 2019 rata-rata setinggi satu meter rusak akibat kebakaran. Sejumlah tanaman siap panen seperti pisang, alpukat dan tanaman lain menurutnya menyisakan batang.

“Beberapa jenis pohon ukuran besar yang bisa bertahan dipastikan masih bisa bertunas saat hujan turun tapi tanaman lain dipastikan mati,” keluhnya.

Kebakaran lahan di wilayah Desa Kelawi dan Bakauheni disebutnya sudah berlangsung dua pekan terakhir. Kebakaran yang sebagian akibat faktor ketidaksengajaan, sebagian oleh oknum yang sengaja membakar lahan.

Pembakaran lahan disebutnya dilakukan pada kebun yang akan ditanami jagung saat musim penghujan tiba.

“Sebagian lahan merupakan milik pengusaha yang tidak digarap sehingga saat terbakar merembet ke lahan pertanian warga,” ungkap Wagirin.

Imbas lahan kebun terbakar rencananya ia akan menyiapkan bibit untuk penanaman kembali. Sebagian besar petani di wilayah tersebut menurut Wagirin berencana akan melakukan penanaman ulang bulan Desember atau saat penghujan tiba.

Selain tanaman produktif ia akan menanam sejumlah pohon penghijauan yang akan diminta dari persemaian permanen Karangsari milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Petani lain bernama Sutikno menyebut, kebakaran lahan membuat ia merugi jutaan rupiah. Sebab akibat kebakaran tanaman cabai rambat, lada dan sejumlah tanaman produktif mati.

Sutikno, salah satu warga Desa Kelaten, Kecamatan Penengahan, pemilik lahan kebun di Dusun Pematang Malang, Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, yang ditanami kelapa, pisang dan sejumlah tanaman produktif lain, Senin (11/11/2019) – Foto: Henk Widi

Butuh waktu lebih dari setahun untuk sejumlah pohon produktif bisa kembali menghasilkan. Sejumlah tanaman diakuinya terbakar saat memasuki masa pembungaan dan jelang masa panen.

“Sebagian tanaman kakao, alpukat jengkol dan petai yang saya miliki hangus padahal jelang panen,” ungkap Sutikno.

Tinggal jauh dari lokasi kebun membuat ia mendapat informasi saat api sudah menjalar dari petani lain. Sejumlah petani lain yang lahannya terbakar ikut memadamkan api. Sebagian pohon dan tanaman produktif yang terbakar menurut Sutikno sedianya akan diremajakan kembali dengan tanaman baru.

Petani lain bernama Darto di Desa Kelaten menyebut, akibat kebakaran lahan pisang miliknya berkurang. Lokasi lahan yang berada di dekat jalan utama menurutnya menjadi pemicu kebakaran rentan terjadi.

Darto, salah satu petani pemilik lahan di Desa Kelaten, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, mendapatkan hasil panen pisang minim imbas kemarau dan lahan terbakar, Senin (11/11/2019) – Foto: Henk Widi

Terlebih tanaman pisang yang memiliki daun mudah terbakar bisa ditimbulkan akibat puntung rokok. Pada lahan seluas satu hektare yang sebagian ditanami pisang ia hanya mendapatkan sekitar 20 tandan.

Sebagian tanaman pisang yang terbakar menurut Darto mengalami layu dan mati. Berbeda dengan tanaman lain, pohon pisang yang masih memiliki bonggol diharapkan masih akan bertunas.

Saat penghujan ia memastikan bonggol pisang akan menghasilkan tunas sebagai bibit. Sebagai cara menghindari kebakaran sebagian pohon yang masih tegak sengaja ditebang karena tidak menghasilkan.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com