hut

Kekeringan, Ratusan Hektare Sawah di Nagekeo Terbengkalai

Editor: Mahadeva

MBAY – Ratusan hektare sawah tadah hujan di tiga desa, yakni Desa Olaia, Labolewa dan Ngegedhawe, yang ada di Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo, NTT dibiarkan merana kekeringan. Hal itu dikarenakan, kondisi kemarau yang berkepanjangan.

Areal sawah seluas sekira 500 hektare terlihat dibiarkan oleh sekira 800 orang petani yang hanya mengandalkan air hujan untuk menyirami lahan sawah tersebut. “Memang benar areal persawahan ini merupakan sawah tadah hujan sehingga hanya sekali tanam dalam setahun,” sebut Wilibrodus Ou, warga Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo, NTT, Senin (4/11/2019).

Dikatakan Wily, areal persawahan Malawitu tersebut jumlahnya mencapai ratusan hectare. Sekali panen, produksi gabah keringnya bisa mencapai ribuan ton. Bila ada air dan digarap maksimal, lahan persawahan tersebut dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. “Memang sayang kalau hanya jadi sawah tadah hujan saja. Apalagi lokasinya berada di areal rata dengan hamparan yang sangat luas sehingga potensinya sangat menjanjikan,” tuturnya.

Hendrika Monika Wea petani sawah tadah hujan di Desa Olaia Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT, Senin (4/11/2019) – Foto:Ebed de Rosary

Hendrika Monika Wea, salah seorang petani warga Desa Olaia Kecamatan Aesesa mengatakan, di Oktober kalau hujan sudah turun, petani akan menanam jagung di lahan tersebut. Setelah panen jagung, petani akan menyiapkan lahan sawah tersebut untuk ditanami padi. Menanam padi biasa dilakukan di Januari atau Februari. “Kami biasanya Februari sudah tanam semua dan mengetam padi di Mei sampai Juli. Di Desember baru mulai siapkan sawah lagi,” terangnya.

Hanya saja, di 2019 ini Hendrika menyebut, kekeringan terjadi lebih parah. Hingga Oktober, baru turun hujan dan langsung diikutinya dengan menanam jagung. Di November ini, tanaman jagung sudah mulai tinggi. Di kemarau ini, Petani terpaksa menganggur dan mengandalkan ternak untuk dijual. “Sawah saya ada satu hektare dan selalu tanam padi setiap tahun. Air dari sumur bor yang ada juga tidak mencukupi sehingga tahun ini tidak bisa tanam jagung juga,” ujarnya.

Hendrika menyebut, ada bantuan dari pemerintah berupa pompa air, lengkap dengan bangunan rumah pompa. Namun, mesin pompa air tidak berfungsi, dan tidak bisa dipergunakan. Tenaga yang mengoperasikannya juga tidak ada.

Sementara petani, jika disuruh membeli bahan bakar untuk mesin pompa juga keberatan.“Pemerintah memang sudah membantu mesin pompa air tapi itu juga tidak bisa dipergunakan dan mubazir. Bapak lihat saja rumah pompanya saja sudah tidak terawat lagi,” pungkasnya.

Dari pengamatan Cendana News, areal perswahan didaerah tersebut persis di sebelah timur ruas jalan negara trans Aegela menuju Mbay, yang sudah diaspal mulus.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com