hut

Kemarau Belum Berakhir, Peternak Masih Kesulitan Dapatkan Pakan Hijauan

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Kemarau panjang di Lampung masih belum berakhir. Peternak hewan memamah biak (ruminansia) di Lampung Timur hingga saat ini masih kesulitan mencari pakan.

Karyono, peternak di Desa Mekarsari, Kecamatan Pasir Sakti menyebut, pakan yang mudah diperoleh saat penghujan kondisinya masih kering. Bahkan sebagian berkurang karena lahannya terbakar. Pakan bagi enam ekor kambing harus dicari hingga ke desa lain.

Selain mencari pakan hijauan di lahan pertanian yang tidak digarap ia juga menyediakan pakan cadangan, berupa leresede, rumput odot dan tanaman mindi. Sementara kebun miliknya ditanami pohon nangka dan jati putih, yang daunnya bisa dimanfaatkan sebagai pakan. Peternak juga biasa mencari pakan di dekat tanggul saluran air. “Kecamatan Pasir Sakti di Lampung Timur berada dekat dengan Lampung Selatan, sebagian peternak memilih mencari pakan keluar daerah selama kemarau sebagian mencari pakan di sepanjang tanggul sungai Way Sekampung,” ungkap Karyono kepada Cendana News, Minggu (17/11/2019).

Bambang,pemilik sapi limousin di Desa Pulosari Kecamatan Pasir Sakti Lampung Timur memberikan pakan hasil penanaman di pekarangan sebagai cadangan pakan, Minggu (17/11/2019) – Foto Henk Widi

Pakan cadangan biasa digunakan saat Karyono tidak sempat mencari pakan hijauan pada sore dan malam hari. Pakan hasil mencari diberikan pada siang hari. Ternak sengaja tidak digembalakan, karena lahan penggembalaan yang semakin sempit. Kemarau yang belum berakhir, disebut Karyono menyulitkan peternak mendapatkan pakan. Dia bahkan sudah menjual empat ekor kambing untuk mengurangi beban. “Satu ekor kambing saya jual Rp1,5juta untuk mengurangi beban mencari pakan, dan menutupi kebutuhan hidup,” tutur Karyono.

Peternak lain bernama Jasman, pemilik tiga ekor sapi Peranakan Ongole (PO), mengaku masih bisa menggembalakan sapi. Lahan miliknya yang dekat dengan sungai masih ada rumput. Lahan pertanian yang semula ditanami jagung, saat kemarau dibiarkan menjadi lahan yang ditumbuhi rumput. “Dua ekor sapi dewasa dan satu anakan dari hasil kawin suntik saya gembalakan di kebun dan pakan jerami dicari oleh anak saya ke lahan sawah yang panen,” ungkap Jasman.

Jasman tidak bisa menggembalakan sapi ke sawah, selain tidak ditumbuhi rumput sumber air minum bagi sapi juga sulit diperoleh. Sementara peternak lain, Hamsah dan Bambang, warga Desa Pulosari sudah mulai menggunakan pakan cadangan. Hamsah memberikan bibit padi berusia 30 hari miliknya untuk pakan ternak. Hal itu dilakukan, karena tidak jadi menanam padi, sebab hujan tak juga kunjung turun. Sementara Bambang memilih menanam rumput gajahan di pekarangan rumah.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com