hut

Kemenkeu Genjot Realisasi Penawaran Sukuk Negara

Ilustrasi - Dok: kemenkeu.go.id

JAKARTA – Kementerian Keuangan menggenjot realisasi penawaran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara seri terakhir ST-006.

Saat ini realisasinya baru mencapai Rp900 miliar, dari target sebesar Rp1 triliun sampai Rp2 triliun, pada masa penawaran 1 hingga 21 November 2019. “Biasanya dekat-dekat deadline itu ada peningkatan pembelian,” kata Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Luky Alfirman, Sabtu (16/11/2019).

Untuk menarik minat investor tersebut, sosialisasi digencarkan melalui ajang Green Sukuk Investor Day di CGV Grand Indonesia. Sosialisasi di gedung bioskop, karena menyesuaikan dengan karakter investor saat ini, yang didominasi kalangan anak muda atau generasi milenial. Peminat dari milenial, mulai melonjak sejak pemerintah mengeluarkan inovasi penawaran dalam jaringan yang bisa diakses melalui telepon pintar pada semester kedua 2018.

Ia optimistis, target bisa terealisasi meski mengakui masa akhir tahun biasanya investasi akan menurun. “Sejak memasarkan SBSN melalui wadah online terjadi pergeseran, di mana investor didominasi generasi milenial, kurang lebih 50 persen. Makanya kami bikin seperti ini salah satunya untuk menjangkau generasi milenial,” tandasnya.

Menyadari pergeseran investor ke arah milenial, pemerintah memberikan kemudahan penawaran yang bisa dilakukan dalam jaringan (daring) atau online. Strategi lainnya, minimum pembelian untuk sukuk tabungan juga diturunkan dari Rp5 juta menjadi Rp1 juta, dan maksimal dari Rp5 miliar menjadi Rp3 miliar. Hal itu agar mampu menjangkau kaum milenial yang lebih luas. (Ant)

Lihat juga...