Kemenpora Latih Pemuda Balikpapan di Bidang TI

Editor: Koko Triarko

BALIKPAPAN – Merespons kemajuan teknologi informasi (TI) di era digital, sekaligus meningkatkan keterampilan, Kementerian Pemuda dan Olah Raga RI melatih sejumlah pemuda, bekerja sama dengan PT Telkolm dan Digital Innovation Lounge (DILO), Balikpapan.

Pelatihan ini untuk menumbuhkan jiwa kreatif di bidang digital pada pemuda, meningkatkan kuantitas dan kualitas karya kreatif digital pada pemuda, dan mencetak digitalpreneur di bidang software, aplikasi, game dan teknologi digital lainnya.

Hal itu disampaikan Asisten Deputi Peningkatan Kreativitas Pemuda Kemenpora RI, Djunaedi, pada Pembukaan Pelatihan Kreativitas Pada Sentra Pemberdayaan Pemuda DILO Kemenpora, di Balikpapan, Rabu (27/11/2019).

“Melalui pelatihan ini, peserta dapat memiliki kemampuan untuk berpikir kreatif dalam merespons ilmu teknologi digital yang kini berkembang pesat,” katanya.

Menurutnya, peserta juga diberikan materi pendidikan karakter untuk menyamakan persepsi, visi dan misi sehubungan dengan kegiatan pelatihan.

Ia menjelaskan, peserta juga akan dikarantina (bootcamp programming) untuk menyelesaikan produk aplikasi sesuai tema yang telah dipilih oleh penyelenggara.

Tahapan ini akan berlangsung selama tiga hari, sehingga diperlukan kesungguhan dan komitmen pemuda selama pelatihan berlangsung.

Asisten Deputi Peningkatan Kreativitas Pemuda Kemenpora RI, Djunaedi, pada pembukaan pelatihan kreativitas pada sentra pemberdayaan pemuda Dilo, Kemenpora, Rabu (27/11/2019) sore. -Foto: Ferry Cahyanti

“Mengikuti pelatihan kelas ini diharapkan memiliki kemampuan dasar dalam mengelola proyek, dan menganalisis terhadap sebuah kebutuhan solusi digital, yang pada akhirnya akan menjadi entrepreneur,” ujar Djunaedi.

Pelatihan peningkatan kreativitas ini bukan hanya di Balikpapan, tetapi juga ada di daerah lain. Yaitu, Makassar, Medan dan Yogyakarta pada awal Desember, mendatang.

Menurutnya, kegiatan pelatihan di bidang kreativitas untuk pemuda melalui Kemenpora, dianggarkan sebesar Rp22 miliar. Anggaran tersebut untuk 7 bidang kreativitas, di antaranya grafika dan kriya, fashion dan film, musik dan kuliner. Selanjutnya bidang TI yang terbagi lagi menjadi perangkat lunak dan lainnya.

“Anggaran itu semua untuk pelatihan yang meningkatkan kreativitas, bukan hanya bidang TI, tapi banyak bidang yang bisa menambah keterampilan pemuda,” ujar Djunaedi.

Head of Dilo Balikpapan, Istiabudi, mengatakan peserta pelatihan mendaftar melalui online dan terbuka. “Mereka yang ikut dari usia muda, tak terbatas usia. Yang terpenting mau ikut pelatihan dengan kesungguhan,” ulasnya.

Dia menambahkan, kegiatan ini juga mencari bibit-bibit baru dalam digital, mengingat Balikpapan sebagai kota yang ditetapkan sebagai Pengembang dan Permainan.

“Apalagi, kita sudah ditetapkan oleh Bekraf sebagai Kota Pengembang dan Permainan atau game dan aplikasi. Sehingga dibutuhkan inovasi dalam mengembangkan aplikasi ke depannya,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang peserta termuda, Fida Imtihani, mengatakan ketertarikan untuk mengikuti pelatihan ini karena didorong keinginannya untuk menciptakan aplikasi dari sebuah smartphone, yang bisa diakses semua orang.

“Saya ingin menciptakan sebuah aplikasi permainan game dan aplikasi yang bisa membantu orang sekitar,” kata peserta yang masih berusia 12 tahun ini.

Lihat juga...