hut

Kerap Ditebang, Kayu Bahan Perahu Mulai Langka di Lamsel

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

LAMPUNG — Penggunaan berbagai jenis tanaman kayu sebagai bahan pembuatan perahu dan kapal nelayan tanpa diiringi penanaman kembali berimbas pada kelangkaan. Jenis yang dipakai untuk lunas, gading gading, dinding buritan dan haluan banyak diperoleh dari pohon yang sebelumnya tumbuh alami.

Kuwadi, warga Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel) menyebutkan, sejumlah pohon yang mulai langka dan sulit diperoleh meliputi nangkan, medang, jati, nibung, mentru hingga jenis api api. Sejumlah pohon bahan perahu merupakan vegetasi asli rawa rawa pesisir pantai.

Hilangnya vegetasi tanaman pesisir penghasil kayu bahan perahu terjadi akibat sejumlah faktor. Faktor alam, akibat kerusakan lingkungan dampak abrasi menjadi salah satu penyebab. Faktor lain paling cepat merusak di antaranya penggunaan kawasan pesisir timur Lampung sebagai lokasi pertambakan udang.

“Nelayan tradisional di pesisir Timur Lampung dominan memakai kayu nibung, nangkan, jati yang jumlahnya semakin berkurang bahkan langka, jika pun ada masih berada di kawasan hutan taman nasional yang dilindungi dan tidak boleh ditebang,” ungkap Kuwadi saat ditemui Cendana News, Rabu (20/11/2019)

Sebagai alternatif penggunaan bahan pembuatan perahu, Kuwadi dan sejumlah nelayan mencari jenis kayu lain. Meliputi mahoni, jati ambon, sengon. Selain itu, budidaya menjadi salah satu upaya melestarikan sejumlah tanaman. Investasi yang dilakukan oleh nelayan di antaranya dengan membeli tanah kavling.

Sudarto, warga Desa Bandar Agung Kecamatan Sragi menyebutkan, berkurangnya sejumlah bahan kayu dari sejumlah pohon untuk pembuatan perahu mendorong perambahan. Hal tersebut kerap terjadi di kawasan milik Dinas Kehutanan Provinsi Lampung di pesisir Timur Lamsel. Sejumlah pohon di pesisir yang kerap diburu di antaranya jenis setigi, api api yang bisa dibuat menjadi gading gading atau kerangka perahu, katir penyeimbang.

“Penebangan kerap dilakukan secara sembunyi sembunyi karena kawasan hutan sudah dilindungi akibat abrasi yang semakin meluas,” papar Sudarto.

Ahmad Rizal, ketua Kelompok Hijau Lestari Desa Bandar Agung Kecamatan Sragi Lampung Selatan bersama kelompoknya menyiapkan bibit berbagai jenis mangrove, api api, nibung dan tanaman vegetasi pantai yang akan kembali ditanam. Foto: Henk Widi

Ahmad Rizal, ketua Kelompok Hijau Lestari menyebut sejumlah pohon di kawasan hutan pesisir mulai rusak. Selain oleh abrasi, kerusakan oleh ulah oknum terjadi akibat penggunaan kayu untuk bahan perahu, kapal bagan.

“Sejumlah pohon bakau, nibung, api api sempat mengalami kerusakan akibat penebangan tapi sejak tiga tahun terakhir kita lestarikan,” tegas Ahmad Rizal.

Kebutuhan akan kayu untuk bahan perahu menurut Ahmad Rizal masih sangat tinggi. Namun ia menyebut pelestarian pohon di kawasan pesisir harus terus dilakukan. Sejumlah alternatif pengalihan penggunaan pohon di pesisir pantai yang mulai langka dilakukan dengan menanam secara mandiri. Nelayan yang memiliki modal cukup sebagian memilih membeli lahan dan menanam jati, medang, mahoni.

Jenis kayu tersebut bisa dipanen menggantikan tanaman yang mulai langka di kawasan pesisir. Sejumlah tanaman yang bisa dimanfaatan di pesisir merupakan tanaman yang tua dan roboh secara alami. Meski demikian sebanyak 25.000 bibit mangrove, nibung, nipah dan tanaman lain disiapkan untuk proses penanaman kembali atau penyulaman. Penyulaman tanaman dilakukan secara bertahap agar kelestarian pesisir tetap terjaga.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com