hut

Kerugian Bencana Angin Ribut di Ngawi Capai Rp300 Juta

Ilustrasi rumah korban angin ribut - Dok CDN

NGAWI – BPBD Kabupaten Ngawi, Jawa Timur mencatat, jumlah kerugian material akibat bencana angin ribut atau puting beliung yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Kasreman dan Bringin pada 11-12 November lalu, mencapai Rp300 juta.

Hasil pendataan, angin puting beliung disertai hujan es tersebut telah merobohkan 10 rumah warga, dan merusak ratusaan rumah lainnya. Kerusakan terparah melanda di Desa Gunungsari, Kecamatan Kasreman. “Total kerugian materi akibat bencana angin ribut tersebut diperkirakan mencapai Rp300 juta,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Ngawi, Prila Yuda Putra, Sabtu(16/11/2019).

Sesuai rincian, angin telah merobohkan delapan rumah warga di Dusun Geneng, Dusun Gunungsari, dan Dusun Gunung Kendil di Desa Gunungsari, Kecamatan Kasreman. Sedangkan di Dusun Mboan, Desa Sumber Bening, Kecamatan Bringin terdapat dua rumah warga roboh.

Pada tahap awal, BPBD Ngawi telah menyalurkan bantuan logistik untuk meringankan penderitaan korban bencana. Pada tahap selanjutnya, akan membantu perbaikan rumah warga yang roboh. Saat ini BPBD terus berkoordinasi dengan pihak terkait, agar dana perbaikan tersebut segera terealisasi.

Pihaknya meminta warga Ngawi tetap mewaspadai potensi terjadinya angin rebut, yang rawan terjadi saat pancaroba seperti saat ini. Sesuai pemetaan, wilayah Kabupaten Ngawi sangat berpotensi terjadi angin kencang atau puting beliung. Hal itu karena secara geografis terletak di antara Gunung Wilis dan Lawu.

Salah satu korban bencana angin puting beliung di Dusun Geneng, Desa Gunungsari adalah Sikem, bersama tiga anggota keluarganya lainnya, saat ini terpaksa harus tinggal di tenda terpal yang didirikan darurat di sekitar bangunan rumahnya yang roboh terkena angin. “Sudah lebih dari empat hari ini tidur di tenda. Kalau malam dingin, kalau siang panas dan mandi keringat,” kata Sikem.

Selain darurat tempat tinggal, Sikem juga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia dan keluarganya terpaksa bergantung pada bantuan tetangga untuk makan dan juga mandi. Sikem berharap, bantuan perbaikan rumah dari Pemkab Ngawi segera teralisasi, sehingga keluarganya dapat tidur lagi di dalam rumah. (Ant)

Lihat juga...