hut

Kerupuk Kuah Pedas Khas di Lembah Harau

Editor: Mahadeva

LIMAPULUH KOTA – Berwisata ke kawasan Lembah Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, tidak lengkap rasanya, apabila tidak mencicipi kerupuk kuah, yang ada di kawasan Air Terjun Lembah Harau. 

Di Sumatera Barat, kerupuk kuah merupakan kuliner yang tidak semua tempat wisata bisa ditemukan. Bahkan dimasing-masing daerah, bumi Minangkabau itu, kerupuk kuahnya rasa yang nyaris berbeda. Perbedaannya itu berada di bumbu yang digunakan untuk membuat kuah.  Lahirnya perbedaan rasa, disebut dipengerahui oleh lingkungan. Seperti halnya di kawasan Lembah Harau, daerah yang memiliki suhu udara yang begitu sejuk, masakannya cenderung pedas.

Sementara melihat ke rasa kerupuk kuah yang ada di kawasan Pantai Padang, rasa kuahnya tidaklah terlalu pedas, dan masih bisa ditoleren bagi yang tidak suka pedas. Seperti yang dikatakan Yasmi, seorang wanita lanjut usia, yang sejak 1963 telah berjualan kuliner kerupuk kuah di kawasan Air Terjun Lembah Harau. Berada persis di kaki air terjun, ada tiga kantong plastik kerupuk singkong yang dijual oleh Yasmi.

“Kalau kerupuknya bisa dibeli di pasar, dan tinggal di goreng di rumah. Tapi untuk kuahnya, harus dibuat sendiri, dan saya sudah sejak 1963 membuat kuah dari kerupuk singkong ini. Pedas adalah rasa yang khas untuk kerupuk kuah di Air Terjun Lembah Harau,” katanya, Sabtu (9/11/2019).

Kerupuk kuah khas yang ada di kawasan Air Terjun Lembah Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Sabtu (9/11/2019)/Foto: M. Noli Hendra

Membuat kuah kerupuk itu, hampir sama dengan memasak gulai. Bahan yang dimasak santan, cabe merah giling, bawang merah dan putih, kunyit, garam, dan bahan tambahan tepung beras. Hal yang membedakan antara membuat masakan gulai dengan kuah kerupuk, terletak di bumbu. Gulai tidak menggunakan bahan dari tepung berasa, tapi kuah kerupuk dibutuhkan bahan dari tepung.

“Membuat kuahnya itu sama dengan memasak gulai, masuk ke dalam kuali. Tapi untuk membuat kuah, perlu dicampur tepung, supaya kuah jadi mengental. Kalau kuahnya cair, akan menyulitkan untuk memakannya dengan kerupuk. Kan caranya itu kuah di taburkan atau dituangkan di atas kerupuk, jadi kuahnya harus kental, jika tidak bakal belepotan saat memakannya,” jelasnya.

Rasa pedas adalah rasa yang khas bagi kerupuk kuah yang ada di Lembah Harau. Persoalan rasa sebenarnya merupakan hal yang wajar, karena memang masakan Minang pada umumnya, memiliki rasa yang kuat di rempah dan pedas. Agar rasa kerupuk kuah memiliki rasa yang lebih menggiurkan, setiap kerupuk akan ditaburi mie putih, yang juga telah dimasak menggunakan bumbu cabe merah. Nah apabila semua telah tersajikan, saatnya menikmati kerupuk kuah.

Supaya mendapatkan sensasi memakan kerupuk kuah, cobalah untuk melipatnya, maka setiap gigitan, akan mendapat rasa yang begitu menakjubkan.  “Harga untuk kerupuk kuah lengkap dengan mie nya itu cuma Rp5.000 saja. Memang terbilang murah, karena untuk membuat kerupuk kuah tidaklah menggunakan modal yang besar, palingan hanya menghabiskan modal Rp3000 saja,” ucapnya.

Dengan diterapkannya harga yang demikian, penghasilan Yasmi bisa mencapai Rp100.000 hingga Rp200.000 per hari. Biasanya di waktu libur akhir pekan, ramainya pengunjung di kawasan Air Terjun Lembah Harau, mendongkrak penjualan kerupuk kuah Yasmi.

Lihat juga...