hut

Ketua Perkumpulan Betawi: Betawi itu Beragam Unsur Budaya

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Kebudayaan Betawi sangat beragam dengan masyarakatnya yang kosmopolitan menerima perbedaan dalam bingkai kebhinekaan.

Ketua Perkumpulan Betawi Kita, Roni Adi mengatakan, kebudayaan Betawi itu tercipta dari keragaman masyarakat dari sejak zaman dulu. Apalagi Betawi dikenal sebagai Kota Bandar, yang menyebabkan banyaknya pedagang dari luar negeri maupun nusantara datang ke Betawi.

“Saat Padjajaran masuk, Sunda Kelapa itu sudah menjadi pusat perdagangan dari kerajaan Sunda. Masyarakatnya pun beragam unsur, ada China, Arab, dan Eropa. Makanya di Betawi ini beragam unsur budaya,” kata Roni pada sarasehan Literasi Budaya Betawi bertajuk “Kalau Jakarta Nggak Lagi Jadi Ibu Kota’, di Balai Panjang Museum Indonesia TMII, Jakarta, Sabtu (30/11/2019).

Menurutnya, kalau bicara Indonesia, sesungguhnya Tuhan menciptakan Indonesia di Jakarta. Sehingga ketika  bicara orang Betawi memang banyak unsur budaya beragam.

Maka kata Roni, kita harus menjadi manusia yang kosmopolitan, yang bisa menerima perbedaan bukan yang tertutup dan juga anti dengan pengaruh kebudayaan.

“Ini juga menjadi menarik, kenapa akhirnya ibu kota dipilih di Jakarta? Karena secara psikologis alam bawah sadar kita sudah terbiasa menerima pengaruh dari luar. Jadi persoalan yang namanya toleransi dan kosmopolitanisme itu sudah selesai sebenarnya di Jakarta,” tukasnya.

Namun demikian, kata dia, mungkin kita tidak bisa membayangkan kalau ibu kota dipindah ke pedalaman akan lebih tertutup. Karena ciri dari masyarakat pesisir sifatnya terbuka.

“Dia bisa menerima perbedaan dari mana pun. Betawi ini unik. Bahkan di meja makan saat lebaran tersaji ragam makanan. Ada ketupat, itu kan warisan dari masyarakat pra Islam. Ada manisan itu kan dari China, dan kurma dari Arab,” imbuhnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan, kebudayaan Betawi itu tidak hanya ada di Jakarta. Karena masyarakat Tangerang Selatan, sebagian Depok, Bogor dan Karawang juga Betawi.

“Jadi ketika kita bicara ibu kota pindah, Betawinya tetap ada, nggak akan pindah ke mana-mana. Tinggal kita siap memberikan pengalaman orang Betawi itu selama Jakarta jadi ibu kota, seperti apa?” ujar Roni.

Ketika ibu kota di Jakarta, dampaknya adalah pemerintah DKI Jakarta punya tanggung jawab atau koordinasi dengan pemerintah pusat. Sehingga tidak mempunyai keleluasaan untuk menguatkan kebijakan-kebijakan mendorong kebudayaan Betawi menjadi tuan rumah di Jakarta. Karena bersinggungan dengan kepentingan nasional.

“Letak Betawi di ibu kota. Kebudayaan Betawi itu multikultural. Ada tiga sub kultur, yaitu Betawi pesisir itu Tangerang, Bekasi dan Tanjung Priuk. Betawi Tengah itu adalah Tanah Abang, Condet dan Kemayoran. Ada juga Betawi Udik,” tutupnya.

Lihat juga...