hut

KKP Dorong Diversifikasi Produk Perikanan untuk Wisata Bahari

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong diversifikasi produk kelautan dan perikanan Indonesia menjadi basis industri wisata bahari. Harapannya, akan menambah devisa negara dan juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Sekjen KKP Nilanto Perbowo menyebutkan sumber daya mutiara Indonesia bisa menjadi basis pengembangan industri wisata bahari baru.

“Selama ini kan yang dikenal dari kelautan dan perikanan hanya produksi ikan sebagai sumber protein saja. Padahal ada mutiara ini kan. Yang produknya bukan barang murah dan merupakan hasil budidaya juga,” kata Nilanto saat pembukaan Indonesia Pearl Festival 2019 di Lippo Mall Kemang Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Selain itu, lanjutnya, produk perikanan lain yang juga bisa menjadi dasar industri wisata bahari adalah peternakan ikan, budidaya ikan maupun pelelangan ikan.

“Yang penting itu adalah tata ruang dari wisata bahari tersebut. Contohnya, untuk mutiara. Kan membutuhkan daerah yang tenang dan air laut yang bersih. Ini akan kita atur. Tentunya dengan meminta pemangku kepentingan lain untuk duduk bersama,” ucap Nilanto.

Nilanto mencontohkan budidaya mutiara yang ada di Nusa Tenggara Barat yang dibuka untuk umum. Dan lokasi ini, menurutnya menarik pengunjung.

“Sekarang itu mutiara ini bukan hanya ranah orang asing. Orang Indonesia sudah bisa melakukan sendiri. Menyuntik ke nukleus sendiri. Tapi memang perlu diingat persyaratan minimal dari lokasi budidaya mutiaranya,” ujar Nilanto lebih lanjut.

Dan dengan adanya daerah wisata mutiara seperti ini, Nilanto juga mengharapkan edukasi terkait mutiara asli dapat diberikan kepada masyarakat.

“Edukasi ini akan membantu industri mutiara Indonesia. Jadi konsumen akan tahu mana mutiara asli yang berkualitas. Sehingga akan mendorong konsumen untuk langsung membeli ke Indonesia,” pungkasnya.

Lihat juga...