hut

KKP Kaji Skema Hibah Kapal pada Pihak Ketiga

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

JAKARTA — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan kajian atas opsi melakukan hibah kapal pencuri ikan yang saat ini berjumlah 72 kapal.

Menteri KP, Edhy Prabowo menyebutkan, dari total 72 kapal terbang yang disita, 42 kapal dalam kondisi baik, 21 kapal membutuhkan perbaikan karena kondisi yang kurang baik dan enam harus dimusnahkan.

“Dari Kemenkeu kemarin menyampaikan yang paling mudah adalah hibah ke internal. Atau ke kementerian terkait yang membutuhkan kapal tangkap dengan ukuran 40-100 GT,” kata Edhy saat ditemui di Gedung Mina Bahari 3 KKP Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Edhy juga menyebutkan bahwa tidak tertutup kemungkinan Kapal-kapal tersebut akan diberikan pada pihak ketiga.

“Tapi ini memang harus dikaji dengan baik dulu. Selain itu untuk nilai Rp10 milyar kan membutuhkan persetujuan persetujuan presiden dan untuk yang Rp100 miliar membutuhkan persetujuan DPR,” ucapnya.

Jika diserahkan kepada koperasi, Edhy menegaskan akan dilakukan pendampingan.

“Jadi harus dibina dan dipastikan bahwa digunakan untuk menangkap ikan. Jangan nanti dijual, hanya untuk kebutuhan dana sesaat,” tandasnya.

Untuk kapal angkut berukuran besar, Edhy menyampaikan opsi untuk dijadikan rumah sakit atau untuk kepentingan pendidikan.

“Contohnya yang kemarin di Sabang. Itu ukurannya 2.000 GT, dijadikan Rumah Sakit Apung. Kalau untuk pendidikan, kan bisa dijadikan kapal praktek. Nanti akan kita usahakan disediakan dana operasional,” pungkasnya.

Lihat juga...