hut

Klanting, Camilan Berbahan Singkong yang Gurih dari Banyumas

Editor: Mahadeva

Klanting, camilan khas Banyumas yang terbuat dari singkong yang diparut halus dan dibentuk menyerupai cincin yang dibuat oleh Ibu Rustiti, Sabtu (16/11/2019) - (FOTO : Hermiana E.Effendi)

BANYUMAS – Masyarakat Banyumas sangat gemar mengolah singkong menjadi berbagai macam produk makanan. Seperti aneka gethuk goreng hingga gethuk basah, kemudian ada menu cobro hingga camilan ringan seperti klanting.

Klanting dibuat dari singkong yang diparut halus dan dicampur tepung agar bisa dibentuk bulat menyerupai cincin. Klanting sebelum disajikan harus digoreng terlebih dahulu. Rasa gurih terasa dari bumbu yang dicampurkan di dalam adonan.

“Bumbunya seperti bumbu mendoan, ada bawang putih, ketumbar dan garam dihaluskan dan dicampurkan dengan singkong yang sudah diparut halus serta tepung terigu,” kata salah satu penjual klanting di Desa Sokaraja Kulon, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Ibu Rustiti, Sabtu (16/11/2019).

Salah satu penjual klanting di Desa Sokaraja Kulon, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Rustiti, saat ditemui Cendana News, Sabtu (16/11/2019) – (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Selain menjadi camilan ringan, klanting sering dipilih untuk melengkapi santapan bakso dan soto Sokaraja. Warung-warung bakso dan soto selalu menyediakan klanting yang sudah dibungkus dalam plastik kemasan kecil-kecil. Ibu Rustiti membuat klanting selama puluhan tahun. Produknya terkenal gurih dan renyah. Selain dijual di rumahnya, klanting tersebut juga dikemas dalam berbagai ukuran dan dijual ke toko-toko oleh-oleh yang ada di sepanjang jalan utama Sokaraja – Purwokerto.

Harga klanting cukup murah, seperempat kilogram hanya Rp8.000. Dalam satu hari, ia bisa memproduksi klanting hingga 10 kilogram. “Pelanggannya dari warung-warung soto di Sokaraja sampai toko oleh-oleh di pusat gethuk goreng Sokaraja. Kita stok per tiga sampai lima hari sekali, klanting ini meskipun tanpa bahan pengawet, tetapi bisa bertahan sampai satu minggu lebih, karena mengolahnya dengan digoreng kering,” tuturnya.

Seiring perkembangan bisnis kuliner, klanting yang pada awalnya hanya berbentuk bulat seperti cincin, sekarang mulai muncul dalam bentuk lain seperti menyerupai angka delapan. Menurut Ibu Rustiti, untuk klanting yang bisa dibentuk menyerupai angka delapan, campuran tepungnya harus lebih banyak. Sehingga seringkali rasanya lebih gurih tepung dibandingkan rasa singkong.

“Klanting itu makanan yang terbuat dari singkong, sehingga rasa singkongnya harus lebih dominan dibanding rasa lainnya. Jadi saya , tetap memproduksi klanting singkong, bukan klanting tepung,” pungkasnya.

Lihat juga...