hut

Koperasi dan UMKM Harus Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) diharapkan dapat mendorong perekonomian Indonesia menjadi lebih baik.

Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki, mengatakan, saat ini ekonomi Indonesia tidak terlalu bagus sebagai akibat dari melemahnya perekonomian global. Dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam setiap kesempatan selalu berharap agar koperasi dan UMKM menjadi roda pendorong peningkatan perekonomian Indonesia.

“Saat ini, ekonomi kita melemah dampak dari perekonomian global. Tapi kita masih bersyukur pertumbuhan ekonomi kita masih di atas 5 persen. Negara-negara lain ada yang minus, ada juga negara yang tumbuh lebih baik,” kata Teten dalam sambutan pada peringatan Hari Pahlawan di gedung Kemenkop dan UMKM, Jakarta, Senin (11/11/2019).

Dia menegaskan, dengan kontribusi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) yang mencapai 60 persen dan penyerapan tenaga kerja 97 persen, maka keberadaan koperasi dan UMKM sangat strategis.

Karena ketika ekonomi swasta atau ekonomi formal melemah, maka harapannya ada di UMKM. “Ini karena terbukti fleksibel dan terbukti juga saat krisis ekonomi 1998 melanda Indonesia, UMKM-lah yang menjadi buffer,” tegasnya.

Teten mengajak jajaraan Kemenkop dan UKM untuk memiliki spirit yang sama terhadap pengembangan koperasi dan UMKM agar lebih memberikan kontribusi pada perekonomian nasional.

Kini Kemenkop dan UMKM tengah mendesain ulang ke mana arah kebijakan pembangunan UMKM. Menurutnya, kementerian yang dipimpinnya akan menjadi salah satu pilar pembangunan perekonomian nasional.

“Redesain itu mencakup mau ke mana arah pembangunan UMKM, mau berbasis apa, lalu tupoksinya seperti apa? Semua lagi saya konsolidasikan agar kementerian kita menjadi kredibel dan bergengsi,” tukasnya.

Teten berharap agar ke depan berbagai masalah perizinan UMKM dapat dipermudah. Karena menurutnya, pelaku UMKM pada dasarnya adalah rakyat kebanyakan.

“Ya kalau yang usaha besar, ya itu sudah bisa mengurus dirinya sendiri, asal jangan diganggu saja. Tapi, jika ada UMKM atau koperasi nakal, ya harus ditindak tegas,” tutupnya.

Lihat juga...