hut

Krisis Bolivia Berpotensi Tak Terkendali

Presiden terguling Bolivia Evo Morales melambaikan tangan setibanya untuk mengambil suaka di Meksiko, Selasa (12/11/2019) – Foto Ant

LA PAZ – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan, kekerasan di Bolivia bisa berlanjut tak terkendali. Potensi tersebut muncul setelah terjadi bentrokan antara pasukan keamanan dan para petani koka yang setia kepada presiden terguling, Evo Morales.

Rangkaian bentrokan antara kedua pihak dilaporkan telah menewaskan sembilan orang. Morales mengundurkan diri pada Minggu (10/11/2019) di tengah tekanan dari kepolisian dan militer Bolivia, setelah ada bukti kecurangan dalam penghitungan suara. Hal itu mencemari kemenangannya dalam pemilihan presiden pada 20 Oktober lalu. Dua hari setelah mundur sebagai presiden, Morales terbang meninggalkan negaranya ke Meksiko.

Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Michelle Bachelet, memperingatkan, kekerasan yang meningkat bisa merongrong proses demokratik. “Saya khawatir bahwa situasi di Bolivia bisa bergerak menjadi tak terkendali kalau pihak berwenang tidak menanganinya, dengan menghormati secara penuh hak asasi manusia,” kata Bachelet.

Kekerasan di Bolivia menambah kasus kerusuhan di kawasan itu, termasuk di negara tetangganya, Chile. Di negara tersebut, gelombang protes menyangkut kesenjangan sosial sudah mendidih menjadi kerusuhan hingga menewaskan sedikitnya 20 orang. Ekuador, Venezuela dan Argentina juga telah mengalami serangkaian pemogokan, protes, dan kerusuhan dalam bulan-bulan terakhir ini. Menurut ombudsman Kota Cochabamba, Bolivia, lebih dari 100 orang meninggal dalam bentrokan.

Para petani koka dalam beberapa aksi protes juga melengkapi diri dengan senjata berat, kata kepolisian setempat. Mereka membawa berbagai macam senjata, dari pistol, granat hingga bazoka rakitan. Utusan PBB Jean Arnault mengatakan, sebuah tim akan melakukan pembicaraan dengan para politisi dan kelompok-kelompok sosial setempat. Hal itu sebagai berupaya mengakhiri aksi kekerasan, serta mendorong penyelenggaraan pemilihan yang bebas dan transparan. (Ant)

Lihat juga...