hut

Kunjungi Dua Anak Lumpuh, Bupati Sikka Minta Dirujuk ke Rumah Sakit

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Setelah mengetahui ada dua anak Alfaris Yosin (12) yang biasa disapa Aris dan Rivaldus Rival (10) yang disapa Rival mengalami gizi buruk dan kelumpuhan, bupati Sikka pun segera memerintahkan staf untuk mengurus keduanya.

Kedua anak ini pun akhirnya dibawa ke Puskesmas Kewapante untuk mendapatkan perawatan. Bupati bahkan memerintahkan agar keduanya dibawa ke RS TC Hillers Maumere untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Saya meminta agar kedua anak ini, hari ini juga langsung dirujuk ke RS TC Hillers untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Semua biayanya akan ditanggung pemerintah kabupaten Sikka,” sebut bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, Sabtu (2/11/2019) sore.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, saat ditemui, Sabtu (2/11/2019). Foto: Ebed de Rosary

Robi sapaannya, menyebutkan, seharusnya permasalahan gizi buruk tidak boleh terjadi di kabupaten Sikka. Hal ini diakibatkan juga karena pola pikir dan budaya masyarakat yang belum terlalu baik.

Untuk itu kata dia, semua pihak perlu mendorong dan membantu bukan hanya pemerintah saja yang memberikan bantuan. Semua pihak harus bertanggungjawab.

“Saya kan tadi minta datanya dan kondisi kedua anak ini disebabkan faktor keluarga. Mereka berdua anak keenam dan ketujuh dan saat ini ibunya hamil lagi,” jelasnya.

Robi menambahkan, akan segera memerintahkan kepada para camat, lurah dan para kepala desa agar segera melakukan penanganan yang lebih serius terkait dengan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Dirinya berharap agar pemerintah di wilayah tersebut turun dan melihat kondisi yang dialami warganya dan jangan hanya menunggu perintah bupati saja atau bupati yang turun.

Elisabet Ensi, bibi dari kedua anak ini, mengatakan, kalau keduanya mendapatkan makanan yang bergizi, mereka bisa bersuara bahkan memanggil mama juga bisa.

Keduanya kata dia, bahkan juga bisa berbicara meminta makan kalau sedang lapar. Berat badan keduanya pun bisa naik apabila diberi santapan makanan bergizi seperti susu dan telur.

“Pernah beberapa bulan yang lalu, sang kakak, Aris terpaksa dilarikan ke rumah sakit St. Gabriel Kewapante karena kondisi fisiknya yang sangat kurus,” tuturnya menahan sedih.

Selama seminggu, kata Elisabet, Aris dirawat di rumah sakit tersebut hingga berat badannya mengalami sedikit peningkatan, baru oleh dokter yang merawatnya bisa diizinkan pulang ke rumah.

“Dokter yang periksa dia bilang anak ini napasnya panjang. Cairan di dalam tubuhnya sudah kering semua, tetapi napasnya panjang sehingga bisa bertahan hidup,” ujarnya.

Lihat juga...