hut

Lestarikan Budaya, TMII Gelar Lomba Tari Kreasi Tradisi

Redaktur: Muhsine E Bijo Dirajo

JAKARTA – Melestarikan budaya tradisi yang ada di Indonesia, serta menimbulkan minat generasi muda untuk mengenal keseniannya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) kembali menggelar lomba Tari Kreasi Tradisi Nusantara tingkat remaja.

Kegiatan yang digelar di Panggung Kancil Istana Anak-Anak Indonesia (IAAI) TMII, Jakarta, Minggu (10/11/2019)  sangat menarik minat generasi muda. Tercatat ada 35 peserta dari berbagai daerah dan sanggar-sanggar tari se-Jabodetabek yang ambil bagian. Para penari usia remaja yang tampil, terlihat berusaha menunjukan bakat seni yang dimiliki dih dewan juri. Sementara penonton, terlihat antusias menyaksikan gerak lincah penari remaja di atas panggung.

Kepala Bagian Diklat dan Pembinaan Potensi Bidang Program Budaya TMII, Endang Sari Dewi  ditemui disela acara di Panggung Kancil IAAI TMII, Jakarta, Minggu (10/11/2019).foto: Sri Sugiarti

Kepala Bagian Diklat dan Pembinaan Potensi Bidang Program Budaya TMII, Endang Sari Dewi, mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membentuk karakter hingga pembinaan  terhadap minat dan bakat generasi muda.

“Lomba ini digelar dalam upaya pembentukan karakter generasi muda, pembinaan dan terutama untuk melestarikan seni budaya daerah seluruh nusantara,” kata Endang kepada Cendana News ditemui di sela-sela acara, di Panggung Kancil IAAI TMII, Jakarta, Minggu (10/11/2019).

Selain itu, juga menjadi momentum menyerahkan tanda lulus hasil evaluasi atau ujian gabungan diklat seni TMII, yang secara rutin digelar setahun dua kali. Sebelum mencapai tahapan lulus, setiap sanggar mengirimkan para penari untuk dilombakan.

“Tujuannya selain pembentukan karakter generasi muda, kita juga untuk meregenerasi penari. Siapa lagi yang akan meneruskan penari yang ada di nusantara ini kalau bukan generasi penerus bangsa. Maka itu, TMII membuat kegiatan lomba tari kreasi tradisi ini,” ujar Endang.

Dengan lomba, Endang berharap anak-anak remaja Indonesia tetap bangga menjadi diri sendiri, dan turut melestarikan budaya bangsa.

Adapun kriteria penilaian, diprioritaskan bukan hanya persoalan teknik kepenarian. Tetapi juga penyajian dan harmonisasi. Satu kelompok tidak boleh ada satu atau dua penari yang menonjol.

“Jadi satu kesatuan dalam satu ekpresi, kemudian kekompakan rasa itu harus menjadi satu,” tandasnya.

Karena lomba bersifat pembinaan, Managemen TMII memberikan keluasaan kepada dewan juri, untuk menentukan lima juara unggulan dan lima juara pembinaan. Semuanya akan mendapat hadiah tabungan.

“Jadi ada 5 juara pembinaan akan diberikan hadiah dari Kepala Badan Penghubung Provinsi Kalimantan Selatan, dan juga dapat hadiah tabungan BNI,” ujarnya.

Lestarikan Budaya, TMII Gelar Lomba Tari Kreasi Tradisi

Fitrilia Delia Pawesti, salah satu peserta, dari SMPN 1 Cibinong, Jawa Barat, mengaku senang dapat mengikuti lomba tari kreasi tradisi nusantara. Dengan mengikuti lomba, dia mengaku mendapatkan tolak ukur kemampuan mengkreasikan seni tari.

“Senang ya, karena dengan lomba ini bisa mewakili sekolah dan bisa mempermudah nanti masuk SMA-nya kalau kita punya bakat seni. Juga bisa membanggakan sekolah dan orang tua,” pungkasnya.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com